Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wapres AS JD Vance Serang Eropa Soal Kebebasan Berbicara dan Migrasi

📅 Sabtu, 15 Feb 2025, 13:22 WIB | Oleh:
Wapres AS JD Vance Serang Eropa Soal Kebebasan Berbicara dan Migrasi Doc: Foreign Policy/getty
Ket. Wakil Presiden AS JD Vance menyampaikan pidato dalam Konferensi Keamanan Munich pada tanggal 14 Februari 2025.

JAKARTA – Wakil Presiden AS JD Vance menyerang sekutu-sekutu Washington, termasuk Inggris, dengan serangan pedas yang mengecam misinformasi, disinformasi, dan hak kebebasan berbicara.

Menurut laporan BBC, Konferensi Keamanan Munich (MSC) tahun ini seharusnya membahas tentang dua hal utama: bagaimana mengakhiri perang di Ukraina tanpa menyerah pada Russia, dan bagaimana Eropa perlu meningkatkan pengeluarannya untuk pertahanan.

Namun, Vance memanfaatkan waktunya di podium untuk tidak membicarakan kedua hal itu.

Ia malah mengejutkan para delegasi, pada hari Jumat (14/2) dengan menyerang sekutu-sekutu AS, termasuk Inggris, dengan mengecam misinformasi, disinformasi, dan hak kebebasan berbicara.

Pidato itu disambut dengan keheningan di aula, dan kemudian dikecam oleh beberapa politisi di konferensi tersebut. Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengatakan pidato itu "tidak dapat diterima".

Vance mengulangi pernyataan pemerintahan Trump bahwa Eropa harus "melakukan upaya besar untuk menyediakan pertahanannya sendiri".

Alih-alih bicara tentang Ukraina, Pidato Vance justru fokus pada isu perang budaya dan tema utama kampanye Trump untuk kepresidenan AS, sebuah penyimpangan dari diskusi keamanan dan pertahanan yang biasa dilakukan pada konferensi tahunan.

Ia menuduh "komisaris" Uni Eropa menekan kebebasan berbicara, menyalahkan benua itu atas migrasi massal, dan menuduh para pemimpinnya meninggalkan "beberapa nilai paling fundamentalnya".

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menggambarkan Vance sebagai pihak yang "berusaha mencari masalah" dengan Eropa, rumah bagi beberapa sekutu terdekat AS.

Michael McFaul, mantan duta besar AS untuk Russia, mengatakan kepada Politico bahwa pernyataan Vance "menghina" dan "secara empiris tidak benar".

Vance menggunakan pidatonya selama 20 menit untuk menyoroti beberapa negara Eropa, termasuk Inggris.

Ia mengangkat kasus hukum di mana seorang veteran tentara yang berdoa dalam hati di luar klinik aborsi dihukum karena melanggar zona aman 150 meter di sekitar pusat tersebut.

Zona aman, yang diperkenalkan pada Oktober 2022, melarang aktivitas yang mendukung atau menentang layanan aborsi, termasuk protes, pelecehan, dan acara peringatan.

Namun Vance berpendapat bahwa "kebebasan dasar warga Inggris yang beragama, khususnya" sedang terancam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...

Semburan asap di Pasar Baru

2 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Semburan asap di Pasar Baru
Megapolitan
Antisipasi dampak abu vulka...
Advertisement
Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.