Gunung Kerinci Dinyatakan Aman, PGA: Aktivitas Masih Didominasi Gempa Permukaan
📅 Selasa, 08 Sep 2026, 14:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
JAMBI - Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Kerinci Irwan Safwan memastikan status Gunung Kerinci masuk kategori level II (waspada), berdasarkan hasil evaluasi rutin per dua mingguan tidak tercatat adanya peningkatan aktivitas gempa secara signifikan.
"Aktivitas masih didominasi gempa gempa permukaan seperti gempa hembusan low frekuensi, sekali-kali ada gempa tektonik yang terekam, kalau dilihat (hasil) evaluasi ya masih aman untuk saat ini," kata dia saat dihubungi di Jambi, Selasa (8/9).
Menanggapi kemunculan hembusan asap putih dari dalam kawah, Irwan menyampaikan fenomena itu sangat wajar, dan bukan sebagai tanda erupsi. Asap putih yang terlihat menurut dia terjadi akibat dipengaruhi oleh air tanah sekitar kawah.
Selain itu, dirinya memastikan keterkaitan aktivitas Gunung Kerinci dengan gunung aktif lainnya tidak saling mempengaruhi secara langsung, karena masing-masing gunung memiliki sistem dapur magma secara terpisah.
"Kalau untuk asap itu ada saja, warnanya putih, itu tidak pengaruh, karena itu dipengaruhi air tanah, tidak erupsi, bukan. Secara umum gunung punya dapur sendiri, aktifnya tergantung dapur magma," ungkapnya.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dari Pos Pengamatan Gunung Kerinci pada periode Senin, 7 September 2026 pukul 00:00 hingga 24:00 WIB, kondisi cuaca di sekitar gunung bersejarah di perbatasan Jambi dan Sumatera Barat ini terpantau cerah.
Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat laut, dengan suhu udara berkisar antara 15–25 °C dan kelembaban 52–79 persen.
Secara visual, tubuh gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III, serta tidak teramati adanya asap yang keluar dari kawah utama.
Meski demikian, hasil pemantauan seismik merekam aktivitas kegempaan yang cukup dinamis di dalam perut bumi.
Berdasarkan catatan, selama 24 jam terakhir terjadi 126 kali gempa hybrid/fase banyak amplitudo 0,3–5,9 mm, durasi 17,79–65,2 detik.
28 kali gempa low frequency amplitudo 0,3–0,8 mm, durasi 12,9–29,9 detik. Di tambah19 kali gempa hembusan amplitudo 0,2–3,3 mm, durasi 30,52–52,2 detik, serta satu kali gempa tektonik jauh amplitudo 3,2 mm, durasi 69,1 detik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!