Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Erupsi Anak Krakatau Bikin Gangguan Serius, 1.558 Penerbangan Terdampak di 8 Bandara

📅 Senin, 07 Sep 2026, 00:22 WIB | Oleh:
Erupsi Anak Krakatau Bikin Gangguan Serius, 1.558 Penerbangan Terdampak di 8 Bandara Doc: Antara foto/HO-Kemenhub
Ket. Menhub Dudy Purwagandhi memantau secara perkembangan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan dari pusat pemantauan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9).

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan sebanyak 1.558 penerbangan terdampak akibat penutupan delapan bandara imbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) demi menjaga keselamatan operasional penerbangan.

Dudy mengatakan, dampak tersebut mencakup penerbangan keberangkatan maupun kedatangan setelah pemerintah memutuskan memperpanjang penutupan sementara delapan bandara hingga pukul 24.00 WIB.

"Hingga kini, dari delapan bandara terdampak, terhitung terdapat 1.558 flight yang tertunda dengan 170.000 penumpang tertahan," kata Menhub terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengalami perubahan arah angin menuju timur dengan kecepatan lima knot pada ketinggian 15 ribu kaki.

Kondisi tersebut membuat Kementerian Perhubungan bersama BMKG, AirNav, pengelola bandara, dan pemangku kepentingan terkait terus melakukan evaluasi berkala terhadap perkembangan sebaran abu vulkanik.

Adapun delapan bandar udara yang dimaksud adalah Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung.

Selanjutnya Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam Sumsel.

Menhub menjelaskan, hingga saat ini sebanyak 170.000 penumpang terdampak akibat gangguan operasional penerbangan di delapan bandara tersebut, termasuk pembatalan penerbangan yang berasal dari bandara lain.

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah bandara alternatif seperti Kertajati, Ahmad Yani Semarang, Juanda Surabaya, Yogyakarta International Airport, dan Solo apabila maskapai memilih mengalihkan operasional penerbangan.

Selain menyediakan alternatif lokasi pendaratan, InJourney bersama Angkasa Pura akan menyiapkan transportasi darat berupa bus dan kereta secara gratis bagi penumpang yang dialihkan melalui bandara alternatif tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.