Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perlindungan Sosial Pekerja Informal Perlu Diperkuat Hadapi Populasi Menua

📅 Kamis, 17 Sep 2026, 16:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perlindungan Sosial Pekerja Informal Perlu Diperkuat Hadapi Populasi Menua Doc: Antara
Ket. Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK Woro Srihastuti Sulistyaningrum dalam acara diskusi bersama DBS Foundation di Jakarta, Kamis (17/9).

Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menilai perlindungan sosial adaptif bagi pekerja informal harus lebih diperkuat seiring dengan transisi demografi Indonesia yang semakin menua.

“Pemerintah sudah mengadopsi perlindungan sosial adaptif, menggabungkan bantuan dengan jaminan. Jadi kalau dulu kan kita kasih bantuan saja, tapi sekarang jaminan (sosial) kita perkuat juga,” kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK Woro Srihastuti Sulistyaningrum dalam acara diskusi di Jakarta, Kamis (17/9).

Berdasarkan riset DBS Foundation bertajuk “Indonesia’s Demographic Transition: Building Readiness Today for a Better Tomorrow”, salah satu tantangan utama pada lanskap ketenagakerjaan Indonesia adalah tenaga kerja informal yang masih dominan.

Penghasilan yang rendah dan tidak menentu, kepastian kerja yang terbatas, serta akses yang lemah terhadap tunjangan menghambat upaya menabung untuk masa pensiun dan masa tua bagi para pekerja informal.

Selain itu, riset juga menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 84,75 persen penduduk lansia yang bekerja berada di sektor informal.

Kondisi ini membatasi akses mereka terhadap dana pensiun, pendapatan yang stabil, dan bentuk perlindungan sosial lainnya.

Woro pun mengakui bahwa jaminan sosial seperti jaminan kehilangan pekerjaan (JKP), jaminan hari tua (JHT), hingga jaminan kematian (JKM) memang masih terkonsentrasi bagi pekerja formal yang memiliki sistem upah yang lebih jelas dan terukur.

“Memang tadi benar bahwa yang banyak masih kita cover, itu adalah yang formal, karena sistemnya lebih jelas,” ujar dia.

Sementara, perlindungan bagi pekerja informal saat ini tengah dilakukan pemerintah dengan perluasan cakupan jaminan sosial.

Salah satu di antaranya adalah melalui perluasan jaminan sosial ketenagakerjaan dengan mendorong kepesertaan pekerja sektor informal, termasuk pekerja rumah tangga, pengemudi ojek daring, kurir, serta pekerja perikanan dan perkebunan.

Selain itu, Woro juga menyoroti program Kementerian Sosial (Kemensos) melalui ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial) yang merupakan layanan rehabilitasi sosial yang memberikan dukungan menyeluruh bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, anak dan kelompok marjinal lainnya.

“Sebenarnya kita juga sudah mencoba untuk memperkuat cakupannya kepada pekerjaan-pekerjaan informal. Bahkan itu juga sudah dijaminkan. Dan di sisi perlindungannya kita punya, di Kemensos ada ATENSI. Jadi memang kalau kita lihat di sini, ada upaya kita untuk memperluas cakupannya,” kata Woro.

“Jadi memang ini yang kelihatannya perlu kita pikirkan ke depan, dan juga ada kemudahan yang diberikan. Kemudahan pembayaran atau pendaftaran, misalnya “ ujarnya menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Daerah
Pemkot Bandung Gaspol Gelar...
Advertisement
Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

17 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.