Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Waspadai Jepang di Cabor Tenis Meja Asian Games, Regenerasi Jadi Fokus

📅 Kamis, 17 Sep 2026, 07:10 WIB | Oleh:
Tiongkok Waspadai Jepang di Cabor Tenis Meja Asian Games, Regenerasi Jadi Fokus Doc: Istimewa
Ket. Juara Tenis Meja Olimpiade asal Tiongkok, Sun Yingsha.

NAGOYA — Dominasi Tiongkok di cabang tenis meja Asian Games kembali menghadapi tantangan. Tampil sebagai kekuatan utama olahraga tersebut, Tiongkok mewaspadai Jepang selaku tuan rumah pada Asian Games Aichi-Nagoya, sekaligus memanfaatkan ajang ini untuk menguji generasi baru menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Juara Olimpiade Sun Yingsha, Wang Manyu, dan Wang Chuqin akan menjadi tumpuan Tiongkok. Namun, dari 10 pemain yang dibawa, tujuh di antaranya akan menjalani debut di Asian Games.

Tiongkok telah mendominasi tenis meja Asian Games sejak pertama kali tampil pada 1974. Negeri Tirai Bambu bahkan pernah menyapu bersih seluruh medali emas pada edisi 1978, 2010, dan 2018.

Dominasi tersebut terhenti di Hangzhou tiga tahun lalu. Pasangan Korea Selatan Jeon Ji-hee dan Shin Yu-bin merebut emas ganda putri sehingga Tiongkok gagal menyapu seluruh gelar.

Namun, menjelang Asian Games Aichi-Nagoya, pelatih kepala tim putri Tiongkok, Ma Lin, justru lebih mengkhawatirkan ancaman dari Jepang.

“Kami sudah menganalisis gaya bermain para pemain Jepang dan tahu persis apa yang akan kami hadapi,” kata Ma kepada kantor berita Xinhua saat rombongan Tiongkok berangkat menuju Jepang pada hari Rabu (16/9).

“Kami harus tetap waspada, memperlakukan setiap bola dengan serius, dan menerapkan standar yang ketat dalam latihan.”

Persaingan Tiongkok dan Jepang di sektor putri berkembang menjadi salah satu duel paling menarik dalam tenis meja dunia. Kedua negara terlibat dalam final beregu yang berlangsung ketat pada dua edisi terakhir Kejuaraan Dunia Tenis Meja.

Sun Yingsha menjadi salah satu kunci kebangkitan Tiongkok dalam kedua pertandingan tersebut. Namun, posisi Sun sebagai petenis meja putri nomor satu dunia baru-baru ini direbut rekan senegaranya, Wang Manyu.

Sementara itu, pemain muda Jepang Miwa Harimoto menempati peringkat ketiga dunia.

“Kami memiliki kekuatan yang hampir seimbang,” kata Sun, yang meraih tiga medali emas di Asian Games Hangzhou.

“Pada akhirnya, semuanya ditentukan oleh performa di meja dan kekompakan tim. Itulah yang paling penting.”

Harimoto, yang lahir di Jepang dari orang tua asal Tiomgkok, juga menjadi salah satu ancaman utama bagi dominasi Tiongkok . Ia bersama Hina Hayata menempati peringkat pertama dunia ganda putri.

Di nomor ganda campuran, pasangan Korea Selatan Shin Yu-bin dan Lim Jong-hoon berada di posisi teratas peringkat dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Rona
Dua Bagian Bertolak Belakan...

Gampang SSK Harus Dirasakan Warga

58 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Gampang SSK Harus Dirasakan...
Olahraga
Menghitung Peluang Janice J...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.