Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Selat Hormuz Terganggu, Dunia Hadapi Krisis Pupuk dan Energi: Bagaimana Indonesia?

📅 Kamis, 17 Sep 2026, 13:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Selat Hormuz Terganggu, Dunia Hadapi Krisis Pupuk dan Energi: Bagaimana Indonesia? Doc: Antara
Ket. Sejumlah kapal dagang milik Iran dan negara lain masih berlabuh di Selat Hormuz, Bandar Abbas, Iran, pada Kamis (10/9).

Moskow - Gangguan lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz mulai menimbulkan dampak terhadap rantai pasok global, termasuk memicu kelangkaan pupuk, memperburuk pasar energi, dan meningkatkan harga bahan bakar di berbagai negara.

Direktur Kantor Penghubung Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) untuk Federasi Rusia Oleg Kobiakov mengatakan gangguan tersebut berpotensi memperpanjang tekanan terhadap pasar global karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama perdagangan energi dunia.

"Gangguan pada lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz menyebabkan kelangkaan pupuk secara global, yang mengakibatkan pada memburuknya situasi di pasar pupuk dan kenaikan harga energi," kata Kobiakov kepada RIA Novosti yang dipublikasikan pada Kamis (17/9).

Menurut Kobiakov, krisis di sekitar Iran telah bergeser dari konflik sesaat menjadi persoalan sistemik yang berkepanjangan. Kondisi tersebut membuat aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz nyaris terhenti.

Selat Hormuz menjadi jalur pasokan utama bagi pasar global untuk minyak mentah, produk minyak bumi, dan gas alam cair (LNG). Gangguan di jalur tersebut kemudian berdampak terhadap harga bahan bakar di berbagai negara.

Kobiakov mengatakan masih terlalu dini untuk memperkirakan kapan rantai logistik melalui Selat Hormuz dapat kembali normal karena konflik di Timur Tengah belum terselesaikan.

"Masih terlalu dini untuk membicarakan jangka waktu pemulihan fungsi normal rantai logistik yang melewati Selat Hormuz," katanya.

Ia menilai ketidakpastian tersebut berkaitan dengan hasil konfrontasi di Timur Tengah yang hingga kini belum dapat dipastikan.

"Hasil dari konfrontasi di Timur Tengah, yang dimulai lebih dari tujuh bulan lalu, masih belum dipastikan," kata Kobiakov.

Klaim Aman

Di tengah tekanan global tersebut, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kondisi pangan Indonesia masih aman, khususnya komoditas beras.

"Alhamdulillah pangan kita dalam kondisi aman, khususnya beras, di tengah goncangan dunia, krisis pangan, krisis energi, dan krisis air yang terjadi di belahan dunia," kata Amran di Jakarta, Kamis (17/9).

Amran mengakui fenomena El Nino ekstrem menjadi tantangan bagi sektor pertanian. Namun, ia memastikan stok cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog masih mencapai 4,6 juta ton.

"Bahkan ada El Nino yang sangat ekstrem, ini terberat menurut BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika). (Namun) stok beras kita masih aman," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Nasional
Meninves: Perbaikan Layanan...

BMKG: Sebanyak 42 Gempa Bumi Guncang Bandung

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BMKG: Sebanyak 42 Gempa Bum...
Megapolitan
Kekeringan Ancam Sawah Selu...
Megapolitan
Polisi Bekuk Empat Tersangk...
Advertisement
Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

17 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.