Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Selat Hormuz Terganggu, Dunia Hadapi Krisis Pupuk dan Energi: Bagaimana Indonesia?

28 Kamis, 17 Sep 2026, 13:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Selat Hormuz Terganggu, Dunia Hadapi Krisis Pupuk dan Energi: Bagaimana Indonesia? Selat Hormuz Terganggu, Dunia Hadapi Krisis Pupuk dan Energi: Bagaimana Indonesia? Doc: Antara
Ket. Sejumlah kapal dagang milik Iran dan negara lain masih berlabuh di Selat Hormuz, Bandar Abbas, Iran, pada Kamis (10/9).

Moskow - Gangguan lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz mulai menimbulkan dampak terhadap rantai pasok global, termasuk memicu kelangkaan pupuk, memperburuk pasar energi, dan meningkatkan harga bahan bakar di berbagai negara.

Direktur Kantor Penghubung Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) untuk Federasi Rusia Oleg Kobiakov mengatakan gangguan tersebut berpotensi memperpanjang tekanan terhadap pasar global karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama perdagangan energi dunia.

"Gangguan pada lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz menyebabkan kelangkaan pupuk secara global, yang mengakibatkan pada memburuknya situasi di pasar pupuk dan kenaikan harga energi," kata Kobiakov kepada RIA Novosti yang dipublikasikan pada Kamis (17/9).

Menurut Kobiakov, krisis di sekitar Iran telah bergeser dari konflik sesaat menjadi persoalan sistemik yang berkepanjangan. Kondisi tersebut membuat aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz nyaris terhenti.

Selat Hormuz menjadi jalur pasokan utama bagi pasar global untuk minyak mentah, produk minyak bumi, dan gas alam cair (LNG). Gangguan di jalur tersebut kemudian berdampak terhadap harga bahan bakar di berbagai negara.

Kobiakov mengatakan masih terlalu dini untuk memperkirakan kapan rantai logistik melalui Selat Hormuz dapat kembali normal karena konflik di Timur Tengah belum terselesaikan.

"Masih terlalu dini untuk membicarakan jangka waktu pemulihan fungsi normal rantai logistik yang melewati Selat Hormuz," katanya.

Ia menilai ketidakpastian tersebut berkaitan dengan hasil konfrontasi di Timur Tengah yang hingga kini belum dapat dipastikan.

"Hasil dari konfrontasi di Timur Tengah, yang dimulai lebih dari tujuh bulan lalu, masih belum dipastikan," kata Kobiakov.

Klaim Aman

Di tengah tekanan global tersebut, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kondisi pangan Indonesia masih aman, khususnya komoditas beras.

"Alhamdulillah pangan kita dalam kondisi aman, khususnya beras, di tengah goncangan dunia, krisis pangan, krisis energi, dan krisis air yang terjadi di belahan dunia," kata Amran di Jakarta, Kamis (17/9).

Amran mengakui fenomena El Nino ekstrem menjadi tantangan bagi sektor pertanian. Namun, ia memastikan stok cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog masih mencapai 4,6 juta ton.

"Bahkan ada El Nino yang sangat ekstrem, ini terberat menurut BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika). (Namun) stok beras kita masih aman," ujarnya.

Hingga pertengahan September 2026, penyaluran CBP telah mencapai lebih dari 2 juta ton. Realisasi tersebut mencakup penjualan beras melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) sebesar 221,05 ribu ton pada Januari-Februari dan 794 ribu ton pada Maret-September.

Selain itu, bantuan pangan tahap pertama pada Februari-Maret mencapai 662,86 ribu ton, sedangkan tahap kedua pada Juli-September mencapai 584 ribu ton. Melalui program tersebut, penerima manfaat memperoleh beras gratis sebanyak 10 kilogram per bulan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Megapolitan
Mitigasi Bencana, BPBD Tang...
Luar Negeri
Mojtaba Khamenei Masih Mena...

Janice Melaju di Sektor Ganda dan Tunggal

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Janice Melaju di Sektor Gan...
Advertisement
Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.