Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perhutani Tutup Jalur Pendakian Gunung Lawu karena Kebakaran Hutan

📅 Kamis, 17 Sep 2026, 15:54 WIB | Oleh:
Perhutani Tutup Jalur Pendakian Gunung Lawu karena Kebakaran Hutan Doc: ANTARA/Louis Rika
Ket. Jalur pendakian Gunung Lawu melalui pintu pos pemberangkatan Cemoro Sewu di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, ditutup karena terjadi kebakaran hutan yang mengarah ke Kabupaten Ngawi.

MAGETAN -- Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Lawu Dan Sekitarnya (KPH Lawu Ds) menutup sementara jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu akibat terjadi kebakaran hutan sebagai bentuk antisipasi.

Asper BKPH Lawu Selatan KPH Lawu Ds Mulyadi di Magetan, Rabu mengatakan kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu terjadi sejak Senin (14/9/2026) dengan titik api awal terpantau di petak 50+A RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan masuk wilayah Panekan, Magetan. Meski di wilayah Magetan api telah padam, namun kebakaran meluas hingga ke wilayah Kabupaten Ngawi.

"Demi keselamatan pendakian, untuk sementara waktu kita tutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan," ujar Mulyadi.

Menurutnya, penutupan dilakukan sebagai upaya antisipasi untuk menjaga keselamatan pendaki. Pihak Perhutani menilai kebakaran di satu titik kawasan Gunung Lawu dapat mengancam sejumlah jalur pendakian, terutama ketika api masih berpotensi bergerak akibat kondisi angin dan vegetasi yang kering.

Berdasarkan pendataan terbaru dari pihak Perhutani setempat, luas kawasan yang terdampak di wilayah Magetan diperkirakan mencapai sekitar 9 hektare.

Mulyadi memastikan kondisi api di wilayah Magetan saat ini telah padam. Namun, api disebut telah bergerak menuju kawasan hutan di wilayah Kabupaten Ngawi.

"Petak yang terbakar di wilayah Magetan itu RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan, Petak 50 A1 dan Petak 50 E, dengan estimasi keluasan kurang lebih 9 hektare. Untuk saat ini wilayah Magetan sudah mati, sudah padam. Api sekarang menjalar ke wilayah Ngawi," katanya.

Meski titik api di wilayah Magetan telah padam, petugas masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

Selain itu, petugas memperkuat ilaran atau sekat bakar di kawasan perbatasan. Sekat tersebut dibuat untuk mengantisipasi kemungkinan api dari arah Ngawi kembali merembet ke wilayah Magetan.

Ia menambahkan posko karhutla di Desa Ngliliran, Kecamatan Panekan juga masih disiagakan guna memantau kebakaran yang berpotensi terulang seiring kondisi cuaca yang sangat kering.

Penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur, di antaranya Perhutani, BPBD, TNI-Polri, Masyarakat Peduli Api, relawan, serta masyarakat.

Dengan ditutupnya seluruh jalur pendakian, masyarakat maupun calon pendaki diimbau tidak memaksakan diri memasuki kawasan Gunung Lawu hingga kondisi dinyatakan aman dan pembukaan kembali jalur pendakian diumumkan oleh pihak berwenang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
19 Orang Tewas dalam Traged...
Nasional
Permudah Akses WLKP, Kemnak...
Advertisement
Dampak Karhutla, Gangguan Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

Dampak Karhutla, Gangguan Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.