BoJ Bersiap Menaikkan Suku Bunga Di Bawah Tekanan Inflasi dan AS
📅 Rabu, 16 Sep 2026, 20:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S"Intervensi bersama pada akhir Juli berdampak jangka pendek pada yen tetapi telah meningkatkan tekanan pada BoJ untuk mempercepat laju kenaikan suku bunga," kata Shigeto Nagai, seorang analis di Oxford Economics.
"Pasar keuangan tampaknya mencerminkan anggapan bahwa Menteri Keuangan AS menuntut kenaikan suku bunga yang lebih cepat sebagai imbalan atas intervensi," katanya.
"Biaya ekonomi dan politik akibat mengecewakan pasar dan AS telah menjadi terlalu besar untuk diabaikan oleh BoJ dan pemerintah," ia memperingatkan.
Dalam sebuah percakapan pada bulan Agustus dengan Gubernur BoJ Kazuo Ueda, Bessent menyatakan "dukungan kuat terhadap langkah-langkah tegas Jepang di pasar dan kebijakan moneter untuk mengatasi nilai yen yang jauh di bawah harga wajarnya (undervaluation)".
"Setelah bertahun-tahun menerapkan kebijakan yang sangat akomodatif hingga tahun 2024, langkah lambat Bank of Japan menuju normalisasi suku bunga merupakan faktor utama di balik lemahnya nilai tukar yen," kata Nakao.
Yen yang lemah cenderung membuat barang impor menjadi lebih mahal, sehingga memicu inflasi. Meskipun hal ini dapat memperkuat daya saing eksportir Jepang, "dampak negatifnya—yaitu penurunan daya beli yang membebani konsumsi dan investasi—belum dipahami sepenuhnya," peringat Nakao.
Yang terpenting, untuk mendukung nilai tukar yen, "penting bagi pemerintah Jepang untuk mengurangi utang yang beredar dan menjaga kepercayaan pasar."
Kebijakan fiskal Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang mengutamakan stimulus besar-besaran dengan peningkatan belanja publik—terutama untuk sektor pertahanan dan keringanan pajak—tengah membuat para investor khawatir.
Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik melampaui tiga persen pada hari Selasa, mencapai level tertinggi sejak tahun 1996.
Sentimen negatif pasar juga bertambah dengan disetujuinya kebijakan Jepang pada hari Selasa untuk memangkas pajak penjualan bahan makanan secara drastis, yang akan mulai berlaku pada bulan April.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!