Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

15 Finalis Ecopower Lombok Tawarkan Solusi Bisnis Berbasis Potensi Lokal

📅 Rabu, 16 Sep 2026, 18:35 WIB | Oleh:
15 Finalis Ecopower Lombok Tawarkan Solusi Bisnis Berbasis Potensi Lokal Doc: Allianz Indonesia
Ket. Karyawan Allianz Indonesia berpartisipasi sebagai relawan (volunteer) yang mendampingi peserta Ecopower dalam kegiatan pengembangan ide bisnis. Melalui pendampingan tersebut, peserta memperoleh masukan untuk menyempurnakan gagasan, menyusun presentasi yang lebih terarah, dan menyampaikan solusi bisnis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

JAKARTA — Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli bersama Solve Education! menyelesaikan rangkaian program Ecopower di Bandung dan Lombok. Program tersebut dirancang untuk memperkuat keterampilan generasi muda dalam literasi keuangan, kewirausahaan berkelanjutan, dan ekonomi sirkular, termasuk membuka kesempatan belajar bagi penyandang disabilitas.

Ecopower merupakan bagian dari implementasi inisiatif global Social Impact Fund 2024 Allianz Group. Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan dan kewirausahaan, tetapi juga mendorong peserta mengembangkan gagasan bisnis yang berangkat dari potensi serta persoalan di lingkungan sekitar.

Secara keseluruhan, materi pembelajaran Ecopower telah diakses oleh lebih dari 21.400 pembelajar di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 120 peserta di Bandung dan Lombok mengikuti program pendalaman melalui kombinasi pembelajaran digital, webinar, kegiatan tatap muka, kunjungan komunitas, serta pendampingan dari relawan Allianz Indonesia.

Melalui rangkaian pembelajaran tersebut, peserta diarahkan untuk mengubah gagasan yang muncul dari potensi lokal maupun persoalan di lingkungan mereka menjadi rencana bisnis yang lebih terstruktur.

“Pemberdayaan yang berkelanjutan dimulai dengan membuka akses dan kesempatan yang semakin luas bagi setiap individu. Dengan mengintegrasikan literasi keuangan, kewirausahaan, dan prinsip ekonomi sirkular, Ecopower mendukung generasi muda, termasuk penyandang disabilitas, untuk mengembangkan usaha yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak bagi ekonomi lokal maupun sosial,” ujar Ni Made Daryanti, Ketua Yayasan Allianz Peduli, melalui keterangannya pada Rabu (16/9).

Menurut Ni Made, keterlibatan karyawan Allianz Indonesia sebagai relawan turut memberikan dimensi pendampingan dalam proses pembelajaran. Para relawan membantu peserta membangun kepercayaan diri sekaligus menerjemahkan pengetahuan yang diperoleh selama program ke dalam praktik.

Pengalaman Ecopower di Bandung

Rangkaian Ecopower sebelumnya digelar di Bandung dengan melibatkan 55 peserta. Sebanyak 51 persen peserta merupakan perempuan, sedangkan 91 persen merupakan penyandang disabilitas.

Program tersebut kemudian mencapai salah satu tahap penting melalui Ecopower Ideation Showcase di Bandung pada 11 Juli 2025. Sebanyak 15 finalis mempresentasikan gagasan bisnis mereka.

Dari presentasi tersebut, tiga gagasan terpilih sebagai Best Business Ideas, yakni RD Collection yang dikembangkan Ranti Silvi Agustin, I-GRE-EN oleh Muhammad Sabar, dan Nazario’s Style oleh Nazario Prianggara.

Pengalaman di Bandung menjadi bagian dari rangkaian pemberdayaan yang menggabungkan pembelajaran dan praktik pengembangan ide bisnis. Pendekatan serupa kemudian diterapkan di Lombok dengan menyesuaikan gagasan usaha pada potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Mengembangkan Potensi Lokal Lombok

Di Lombok, Ecopower melibatkan 65 peserta. Sebanyak 60 persen peserta merupakan perempuan, sementara penyandang disabilitas mencapai 26 persen dari keseluruhan peserta.

Para peserta berasal dari beragam latar belakang dan membawa gagasan usaha yang berangkat dari potensi maupun permasalahan di lingkungan masing-masing.

Rangkaian pembelajaran kemudian mencapai puncaknya melalui Ecopower Ideation Showcase di Universitas Islam Al-Azhar Mataram pada Juni 2026. Kegiatan tersebut diikuti 41 peserta dan mempertemukan 15 finalis yang mempresentasikan ide bisnis mereka di hadapan enam juri.

Tiga gagasan kemudian dipilih sebagai Best Business Ideas. Salah satunya adalah Eco Orange yang dikembangkan Nadia Utami. Gagasan tersebut memanfaatkan limbah kulit jeruk untuk diolah menjadi cairan pembersih sekaligus perangkat do-it-yourself (DIY).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Rona
Niki Rilis Lagu "Merry Chri...
Advertisement
KADIN Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Modal Hadapi Kondisi Global

KADIN Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Modal Hadapi Kondisi Global

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.