Prancis Cari 100.000 Pekerja untuk Industri Militer
📅 Rabu, 16 Sep 2026, 19:48 WIB | Oleh: Deri HenriawanMOSKOW - Menteri Tenaga Kerja Prancis Jean-Pierre Farandou mengumumkan peluncuran rencana nasional untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri pertahanan negara tersebut, dengan target merekrut 100.000 pekerja pada 2030, menurut laporan surat kabar Le Figaro.
Pemerintah Prancis akan membentuk satuan tugas khusus pertahanan yang dipimpin oleh seorang purnawirawan jenderal, sebut laporan tersebut pada Selasa (15/9), sembari menambahkan bahwa kelompok itu akan melibatkan 30 konsultan spesialisas di sektor pertahanan.
Strategi itu juga mencakup sektor pendidikan: sebanyak 15.000 program pelatihan vokasi akan disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan industri pertahanan, guna mengatasi kelangkaan tenaga kerja yang dipicu oleh kombinasi pensiunnya pekerja dan melonjaknya permintaan personel baru.
Selain itu, program itu bakal melibatkan praja wilayah yang ditugaskan untuk menyusun peta jalan lokal serta mengoordinasikan langkah-langkah di lapangan.
Florent Grimaldi, perwakilan serikat pekerja CGT di pabrik Renault, sebelumnya menyatakan bahwa sebagian besar pekerja tidak ingin memproduksi persenjataan di lini perakitan yang sejatinya diperuntukkan bagi kendaraan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyoroti bahwa karyawan Renault menghadapi ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) jika menolak merakit senjata. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!