Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

31 Minggu, 23 Agu 2026, 19:03 WIB | Oleh:
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla Doc: antara foto
Ket. Bagikan masker ke masyarakat.

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sekitar 3 juta orang terpapar asap kebakaran hutan dan lahan, sehingga pihaknya mengimbau warga untuk memakai masker dan memantau kualitas udara secara rutin guna mencegah dampak kesehatan.

Budi mengatakan di Jakarta, Minggu, hal itu penting guna mengurangi risiko paparan partikel halus PM2,5 dalam asap karhutla yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta warga dengan riwayat asma dan penyakit paru.

Berdasarkan data Kemenkes per Jumat (21/8), karhutla telah menyebar sampai dengan 87 kabupaten/kota di tujuh provinsi: Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Dari jumlah tersebut, sekitar 3 juta jiwa di 37 kabupaten/kota terpapar langsung oleh kabut asap.

"Yang pertama untuk karhutla, banyak partikel-partikel, istilahnya PM2,5. Itu banyak bertebaran di udara dan itu sangat mengganggu paru-paru kita, pernapasan kita, banyak penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA," kata Budi.

Dia menjelaskan bahwa PM2,5—partikel udara yang dihasilkan dari pembakaran hutan dan lahan dengan ukuran kurang dari 2,5 mikrometer—sangat berbahaya karena mampu terhirup hingga ke rongga terdalam paru-paru. Paparannya kerap memicu keluhan medis yang bisa bertambah parah, mulai dari iritasi mata, tenggorokan gatal, sesak napas, hingga memperburuk kondisi penyakit paru kronis.

Oleh karena itu, katanya, masker menjadi pertahanan pertama yang paling mudah diakses masyarakat ketika langit mulai kelabu tertutup asap.

Pemerintah juga mendorong warga untuk rutin memeriksa indeks kualitas udara secara mandiri melalui berbagai aplikasi resmi. Pemantauan ini krusial agar masyarakat dapat mengambil keputusan yang tepat sebelum beraktivitas di luar rumah.

Kemenkes mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan gejala pernapasan ringan. Warga yang mulai mengalami sesak napas, batuk menetap, nyeri dada, hingga iritasi mata berat diimbau segera mencari pertolongan medis ke puskesmas atau rumah sakit terdekat sebelum kondisi memburuk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.