Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi dari Paparan Abu Vulkanik
📅 Senin, 07 Sep 2026, 22:37 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Guru besar di Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. Faisal Yunus, Ph.D., Sp.P(K) menyampaikan bahwa masker N95 bisa digunakan untuk membantu melindungi saluran pernapasan dari paparan abu vulkanik.
"N95 itu masker yang bisa menahan 95 persen partikel yang ada di udara. Jadi yang masuk itu tetap ada yang masuk, tapi cuma 5 persen, jadi lebih sedikit masuknya," katanya saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Senin.
"Kalau makin sedikit kan tentu bahayanya, walaupun mungkin ada, tapi akan lebih sedikit ya dibandingkan enggak ya," ia menambahkan.
Ia mengatakan bahwa masker biasa, termasuk masker berbentuk duckbill, juga bisa digunakan untuk menangkal paparan debu meski kemampuannya dalam menyaring partikel halus lebih rendah.
"Daripada enggak ada tetap masih lebih bagus kalau ada, tapi tentu lebih bagus kalau pakainya yang ideal," katanya.
Menanggapi penggunaan masker yang dibasahi, Prof. Faisal mengatakan bahwa logikanya kalau masker dibasahi maka partikel debu akan melekat pada permukaan masker sehingga tidak masuk ke saluran napas.
"Kalau dia basah kan ada debu langsung nempel, enggak kemana-mana lagi. Jadi teorinya sih betul-betul aja," katanya.
Wakil Ketua I Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Dr. dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD, K-A.I, FINASIM menyampaikan bahwa masker yang direkomendasikan untuk menangkal paparan abu vulkanik antara lain masker N95, KN95, dan FFP2.
"N95/KN95/FFP2 pilihan terbaik, asalkan terpasang rapat tanpa celah di sisi hidung dan pipi," katanya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.
Ia menyampaikan bahwa masker bedah berlipat juga cukup membantu bila dipakai dengan baik, dipastikan menutup mulut dan hidung.
"Masker kain paling lemah, hanya untuk keadaan darurat bila tidak ada pilihan lain," katanya.
Dia menyampaikan bahwa membasahi masker tidak akan meningkatkan kemampuannya dalam menyaring abu vulkanik.
"Yang terjadi hanyalah rasa lebih sejuk dan lega yang menimbulkan rasa aman palsu," katanya.
Menurut dia, masker yang dibasahi bisa lebih sulit ditembus udara sehingga pemakainya akan merasa lebih berat saat bernapas. Masker yang lembab juga bisa menjadi media pertumbuhan kuman.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!