Abu Gunung Anak Krakatau Masih Mengintai, Sekolah DKI Lanjutkan PJJ
📅 Senin, 07 Sep 2026, 22:05 WIB | Oleh: Muchamad IsmailJAKARTA – Sejumlah sekolah di DKI Jakarta masih menerapkan pembelajaran secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Selasa (8/9), menyusul dampak sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari penerapan PJJ yang mulai diberlakukan pada Senin (7/9) untuk jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).
Langkah itu diambil dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik yang berdampak terhadap sejumlah wilayah di Jakarta.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Berdasarkan Informasi yang beredar tentang dampak erupsi, maka SDI AL ACHFAS DWI MATRA memutuskan pembelajaran esok hari (Selasa, 8 September 2026) dilakukan secara daring (PJJ). Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Selamat membersamai ananda di rumah. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” demikian pengumuman yang disampaikan tim pengajar SDI Al Achfas Dwi Matra dalam pesan di grup Whatsapp yang diterima orang tua siswa di Jakarta, Senin (7/9) malam.
Tak hanya di jenjang SD, PJJ lanjutan juga bakal diterapkan di jenjang sekolah menengah atas dan sederajat.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak/Ibu Orang Tua/Wali Peserta Didik MAN 13 Jakarta yang kami hormati. Kami informasikan bahwa besok, Selasa, 8 September 2026, kegiatan pembelajaran MAN 13 Jakarta masih dilaksanakan secara PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Mohon Bapak/Ibu dapat memastikan putra-putrinya mengikuti pembelajaran dari rumah sesuai jadwal dan arahan guru masing-masing. Kami juga mengimbau seluruh peserta didik untuk tetap menjaga kesehatan dan mengikuti protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, termasuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Demikian informasi ini kami sampaikan. Terima kasih atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu dalam mendampingi putra-putrinya. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” demikian informasi yang disampaikan tim pengajar MAN 13 Jakarta, dalam pesan Whatsapp yang diterima orang tua murid di Jakarta, Senin (7/9) malam.
Berdasarkan hasil pemantauan hingga Senin (7/9) malam, keberadaan debu akibat sebaran abu vulkanik masih terasa. Debu bahkan kembali terlihat di sejumlah area yang sebelumnya telah dibersihkan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak sebaran abu masih perlu diantisipasi, khususnya terhadap aktivitas masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan masih ditemukannya debu di lingkungan permukiman, penerapan PJJ menjadi langkah sementara untuk mengurangi aktivitas siswa di luar rumah sekaligus menjaga proses pembelajaran tetap berlangsung.
Kebijakan ini juga menunjukkan bahwa dampak aktivitas vulkanik tidak hanya berpengaruh terhadap mobilitas dan aktivitas ekonomi, tetapi turut mengganggu kegiatan pendidikan di wilayah terdampak.
Keberlanjutan PJJ selanjutnya akan bergantung pada perkembangan kondisi di lapangan, terutama sebaran abu vulkanik dan tingkat keamanan lingkungan sekolah.
Pemerintah daerah dan pihak sekolah perlu terus memantau situasi agar keputusan mengenai pembelajaran tatap muka dapat dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!