Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Nelayan Pandeglang Hentikan Aktivitas Melaut

📅 Senin, 07 Sep 2026, 21:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Nelayan Pandeglang Hentikan Aktivitas Melaut Doc: ANTARA/ Mansyur
Ket. Kapal seorang nelayan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten yang tidak melaut akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9/2026).

PANDEGLANG – Erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya mengganggu aktivitas pelayaran dan penerbangan, tetapi juga berdampak langsung terhadap mata pencaharian nelayan di Banten.

Kondisi tersebut membuat sebagian nelayan memilih tidak melaut demi menghindari risiko keselamatan akibat aktivitas vulkanik dan kondisi perairan yang tidak menentu.

Situasi ini berpotensi menekan pendapatan nelayan sekaligus mengganggu pasokan hasil tangkapan ke pasar.

Para nelayan di pesisir Pandeglang, Banten, mulai dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan,Carita hingga Panimbang tidak melaut akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda.

‎"Kami sudah tiga hari terakhir tidak melaut, karena meningkatnya erupsi GAK," kata seorang nelayan bernama Samsudin, di TPI Labuan, Pandeglang, Senin (7/9).

‎Ia menilai tingginya erupsi GAK berpengaruh kepada populasi ikan yang terganggu dan ketakutan, sehingga kemudian berdampak terhadap tangkapan para nelayan.

‎Samsudin menambahkan bahwa pada saat ini, jenis ikan pelagis kecil maupun besar sangat sulit untuk ditangkap.

‎Karena itu, para nelayan memilih tidak melaut dan menambatkan kapal mereka di TPI sambil menunggu kembali normalnya aktivitas GAK.

‎"Kami sekarang bersama teman-teman membersihkan kapal dan memperbaiki alat tangkap selama tidak melaut," kata Samsudin.

‎Hal senada disampaikan oleh seorang nelayan TPI Carita Pandeglang, Samun, yang mengatakan dirinya bersama nelayan lainnya tidak melaut akibat dampak erupsi GAK yang mengakibatkan ikan-ikan sulit didapat.

Biasanya para nelayan melaut pukul 04.00 WIB dan ke kembali ke Tempat Pelelangan ikan (TPI) pada pukul 16.00 WIB.

‎"Kami sekarang belum pulang ke rumah, tetapi merawat kapal dan memperbaiki alat tangkap selama tak melaut," ujar Samun.

‎Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang Uun Junandar mengatakan pihaknya mengimbau nelayan untuk sementara jangan melaut, karena cuaca di Perairan Selat Sunda belum normal pasca erupsi GAK.

‎Namun, jika nelayan nekat melaut diharap waspada dan hati hati dengan mengutamakan keselamatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.