Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Balikpapan Diguyur Hujan Merata setelah Kemarau Sejak Juli

📅 Senin, 07 Sep 2026, 21:26 WIB | Oleh:
Balikpapan Diguyur Hujan Merata setelah Kemarau Sejak Juli Doc: ANTARA/novi abdi
Ket. Hujan yang dirindukan kembali hadir di Kota Balikpapan, setelah Jumat 4/9, hujan kembali turun di pagi Senin (7/9).

BALIKPAPAN -- Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mengguyur seluruh wilayah Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, pada Senin, setelah kota tersebut mengalami cuaca panas dan kering sejak Juli 2026.

Prakirawan (Forecaster) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balikpapan Diyan Novriza di Balikpapan, Senin, mengatakan hujan yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang tersebut murni fenomena alam.

“Hujan yang turun hari ini merupakan hujan alami. Tidak ada kegiatan modifikasi cuaca,” kata Diyan.

Ia menjelaskan hujan merata ini dipicu oleh aktivitas gelombang tropis di sekitar atmosfer wilayah Kalimantan Timur. Fenomena tersebut dipengaruhi oleh Gelombang Kelvin yang secara signifikan meningkatkan potensi pembentukan awan hujan.

Menurut BMKG, kondisi atmosfer pada pagi hari sangat mendukung terbentuknya awan karena pemanasan sejak subuh dan suplai kelembapan yang cukup kuat, sehingga awan berkembang dengan cepat.

Hujan terpantau melanda kawasan Balikpapan Utara, Balikpapan Tengah, Balikpapan Selatan, Balikpapan Barat, hingga Balikpapan Timur.

Kondisi ini sempat membasahi kawasan pesisir seperti Sepinggan, Gunung Bahagia, Manggar, dan Lamaru sebelum akhirnya mereda menjelang waktu zuhur.

Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai genangan air besar atau gangguan pada layanan publik. Aktivitas masyarakat di seluruh kota dilaporkan tetap berjalan normal.

Sebagai informasi, Gelombang Kelvin merupakan gelombang energi yang terbentuk saat wilayah tropis mengalami pemanasan dan konveksi besar, atau pergerakan udara hangat yang naik ke atas.

Gangguan pemanasan tersebut menciptakan ketidakseimbangan tekanan yang memicu gelombang bergerak dari barat ke timur di sepanjang garis ekuator.

Fenomena ini bersifat episodik dan biasanya aktif selama dua hingga tujuh hari sebelum akhirnya melemah. Indonesia yang berada di jalur ekuator menjadi salah satu wilayah yang paling sering menerima dampak dari dinamika atmosfer tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
Nasional
Prabowo Minta Tiap Warga Mi...
Luar Negeri
Turki Makin Agresif Perkuat...

Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Ramai-ramai Memprotes Buku ...
Advertisement
Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo   

Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo  

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 3
# 3
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.