Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Jakarta Mulai Berburu Masker Antisipasi Dampak Abu Vulkanik

📅 Senin, 07 Sep 2026, 21:35 WIB | Oleh:
Warga Jakarta Mulai Berburu Masker Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Doc: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Ket. Sejumlah warga tengah berburu masker di Pasar Pagi Asemka, Jakarta Barat, untuk mengantisipasi sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9).

JAKARTA -- Warga Jakarta mulai berburu masker di Pasar Pagi Asemka, Jakarta Barat, untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau hingga ke wilayah DKI Jakarta.

Salah seorang pedagang masker, Imam mengatakan bahwa peningkatan permintaan terjadi setelah kabar mengenai abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menyebar hingga Jakarta beredar di masyarakat.

"Ya untuk saat ini kan yang lagi dibutuhkan sama masyarakat itu kan masker. Jadi ya ada teman yang nyuruh saya untuk jual masker, jadi saya ngikut untuk bantuin jualan gitu,” kata Imam saat ditemui di Pasar Pagi Asemka, Jakarta, Senin.

Imam mengaku sebelumnya bekerja sebagai pengantar barang. Namun, setelah mendapat ajakan dari temannya untuk berjualan masker, ia memutuskan ikut membantu berjualan.

“Dari tadi lumayanlah agak ramai ya. Karena mungkin baru pertama ramai lagi, jadi baru pertama jualan juga,” ungkapnya.

Dia menjual satu bungkus masker seharga Rp10 ribu. Harga masker saat ini berpotensi mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya lantaran persediaan di tingkat distributor mulai menipis.

"Kurang tahu juga sih (harga sebelumnya). Tapi untuk saat ini sih pasti ada kenaikan ya untuk harga maskernya ya. Soalnya banyak yang kosong juga kayak semacam Duckbill itu kosong semua," kata Imam.

Dia mengakui untuk hari pertamanya berjualan, pembeli yang datang ke lapaknya didominasi pembeli perorangan. Umumnya mereka membeli antara satu hingga lima bungkus masker.

“Untuk saat ini sih baru per-perorangan doang sih. Ya paling 1, 2, sampai 5 (bungkus). Kecuali untuk yang dijual lagi paling ada yang beli 10, satu lusin, 20 gitu," ucapnya.

Sementara itu, salah satu warga yang berburu masker di Pasar Pagi Asemka, Faizah, mengaku menemukan harga masker yang naik hingga dua kali lipat dibandingkan harga normal.

"Biasanya kan Rp10 ribu. Di sini ada yang jual Rp10 ribu (eceran satu bungkus). Tapi kalau di pedagang lain harganya udah ada yang sampai Rp25 ribu yang berisi 50 lembar, padahal sebelumnya hanya Rp10 ribu,” katanya.

Faizah mengatakan penggunaan masker penting sebagai langkah antisipasi sebaran abu vulkanik, terutama bagi anak-anak yang beraktivitas di luar rumah.

Namun, dia mengaku tidak berniat membeli masker dalam jumlah berlebihan. "Secukupnya aja buat keluarga aja. Nanti banyak-banyak entar dikira ini lagi (menimbun)," imbuhnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
Nasional
Prabowo Minta Tiap Warga Mi...
Luar Negeri
Turki Makin Agresif Perkuat...

Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Ramai-ramai Memprotes Buku ...
Advertisement
Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo   

Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo  

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 3
# 3
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.