Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masih Banyak Warga Belum Punya Rekening, LPS Perluas Gerakan Literasi

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 19:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Masih Banyak Warga Belum Punya Rekening, LPS Perluas Gerakan Literasi Doc: ANTARA FOTO/ Indrayadi TH
Ket. Ilustrasi-Sejumlah pelajar antre mengisi persyaratan membuka rekening tabungan di SMP Kartika VI-I Jayapura, Papua.

BANDARLAMPUNG – Mendorong kepemilikan rekening menjadi langkah penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

Tidak sekadar menjadi sarana menyimpan uang, rekening dapat membuka jalan bagi masyarakat untuk memanfaatkan berbagai layanan perbankan, menerima transaksi secara lebih aman, hingga mengakses pembiayaan dan produk keuangan lainnya.

Upaya memperluas kepemilikan rekening pun menjadi bagian penting dalam memperkuat inklusi keuangan dan memastikan semakin banyak masyarakat terhubung dengan sistem keuangan formal.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berencana memperluas kegiatan literasi keuangan untuk mendorong makin banyak masyarakat memiliki rekening.

Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution mengatakan masih ada 15,3 juta masyarakat di usia produktif yang belum memiliki rekening perbankan. Dengan kegiatan literasi, LPS membidik jumlah tersebut dapat ditekan hingga ke level 13 juta.

“Sekarang kan literasi 60-an persen, kami harap dalam lima tahun bisa barangkali 80 persen, mendekati inklusinya,” kata Farid di Lampung Financial Festival 2026 di Bandarlampung, Minggu (6/9).

Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan indeks inklusi keuangan Indonesia mencapai 93,61 persen secara nasional, sedangkan literasi keuangan hanya pada level 69,57 persen.

Artinya, kata Farid, pemahaman mengenai produk keuangan masih belum memadai meski banyak masyarakat yang telah memiliki rekening.

“Mereka sudah terlibat, mereka punya rekening, mungkin mereka buka rekening secara daring, tapi literasinya kan masih rendah. Ini yang mau kami tingkatkan,” ujarnya menambahkan.

Meski era teknologi telah mendukung penyebaran informasi yang lebih meluas, LPS menilai edukasi luring tetap dibutuhkan untuk memastikan keabsahan informasi keuangan yang diterima oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

Adapun sejauh ini, LPS telah menggelar kegiatan literasi keuangan di sejumlah kota di Indonesia bagian barat, seperti Medan, Surabaya, Yogyakarta, dan Lampung.

Farid menyebut pihaknya tengah memetakan wilayah lainnya yang membutuhkan kegiatan edukasi keuangan, terutama di Indonesia bagian timur.

“Kalaupun nanti kami mau laksanakan, bisa jadi ada di Pulau Jawa I, bisa jadi nanti di luar Pulau Jawanya wilayah timur. Karena sudah pada menanyakan kok kita belum kebagian. Tapi tempatnya belum ditentukan. Kami akan evaluasi mana yang kira-kira paling berdampak terhadap peningkatan literasi keuangan,” jelas dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.