Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Setujui Teks Tentang Senjata Otonom Mematikan

📅 Senin, 07 Sep 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB Setujui Teks Tentang Senjata Otonom Mematikan Doc: AFP/CARL COURT
Ket. Sejumlah warga menyaksikan replika "robot pembunuh" di pusat kota London pada 23 April 2013 lalu dalam acara peluncuran kampanye untuk menghentikan robot pembunuh. Pada Sabtu (5/9) hampir 130 negara menyepakati sebuah teks yang mendefinisikan sistem senjata otonom mematikan.

JENEWA - Hampir 130 negara pada hari Sabtu (5/9) menyepakati sebuah teks yang mendefinisikan sistem senjata otonom mematikan (lethal autonomous weapons systems/LAWS) yang oleh para kritikus disebut "robot pembunuh", sebagai langkah pertama menuju pembicaraan tentang kemungkinan perjanjian internasional untuk mengatur sistem tersebut.

Sistem senjata otonom adalah platform militer yang menggunakan kecerdasan buatan dan robotika untuk secara mandiri mencari, memilih, dan menyerang target tanpa campur tangan manusia lebih lanjut.

Teks yang disepakati itu belum dipublikasikan, tetapi kelompok-kelompok kampanye yang mengikuti pembicaraan tersebut telah mengkritik negara-negara terkemuka karena dinilai lambat dalam menangani masalah ini.

Menteri Luar Negeri Belanda, Tom Berendsen, mengumumkan kesepakatan yang ditandatangani oleh 128 negara tersebut pada hari Sabtu. Belanda sendiri telah mengawasi jalannya perundingan terkait teks sistem senjata otonom tersebut.

Negara-negara sudah mengembangkan dan menggunakan senjata yang mampu memilih target dan menggunakan kekuatan terhadapnya tanpa campur tangan manusia. Namun, Komite Internasional Palang Merah (ICRC) memperingatkan dalam sebuah pernyataan bahwa pengembangan dan penggunaan sistem senjata otonom yang tidak terkendali bisa menimbulkan tantangan hukum, etika, dan kemanusiaan yang serius.

ICRC dan beberapa kelompok kampanye telah menyerukan adanya aturan internasional yang mengikat secara hukum untuk membatasi dan mengatur penggunaan atas sistem senjata otonom.

Nicole van Rooijen, direktur eksekutif Stop Killer Robots, sebuah aliansi internasional dari kelompok-kelompok kampanye, menuduh Amerika Serikat (AS), Russia, dan sekutu mereka berupaya melemahkan teks yang telah disepakati.

Lex International, sebuah kelompok filantropi yang berbasis di Jenewa yang mendanai pekerjaan pada isu-isu kebijakan utama, juga mengkritik posisi beberapa negara.

“Amerika Serikat, Russia, India, dan Israel termasuk di antara penentang utama negosiasi,” kata Lex International. “Pemerintah Brasil, Irlandia, dan Norwegia, memimpin upaya untuk memulai negosiasi tersebut pada bulan November,” imbuh kelompok filantropi itu.

Negara-negara anggota PBB akan memutuskan isu sistem senjata otonom mematikan pada pertemuan bulan November mengenai Konvensi tentang Senjata Konvensional Tertentu apakah  akan bergerak menuju perjanjian internasional yang mengatur senjata-senjata tersebut. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Banjir Rendam Bangkok

38 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Banjir Rendam Bangkok
Daerah
Tantangan Media di Era AI M...
Advertisement
Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.