Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Erupsi Gunung Anak Krakatau: Abu Tersebar ke Lima Provinsi dan Terus Meluas

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 16:12 WIB | Oleh:
Erupsi Gunung Anak Krakatau: Abu Tersebar ke Lima Provinsi dan Terus Meluas Doc: ANTARA/Handout
Ket. Tangkapan layar - Gunung Anak Krakatau erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik yang diduga sampai ke Kota Bandarlampung. Minggu (6/9).

BANDUNG -- Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda terpantau menyebar di atmosfer ke lima provinsi yakni Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.

“Berdasarkan gabungan informasi erupsi dan aktivitas vulkanik dari PVMBG melalui MAGMA Indonesia, informasi VAAC Darwin, serta analisis citra satelit Himawari-9 oleh BMKG, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten, sebagian Jawa Barat dan DKI Jakarta, serta Lampung, dan Bengkulu,” kata Kepala Badan Geologi Lana Saria di Bandung, Jawa Barat, Minggu.

Lana mengatakan arah dan jangkauan sebaran abu vulkanik dapat berubah bergantung pada arah dan kecepatan angin pada berbagai ketinggian.

Ia menambahkan tinggi kolom erupsi, durasi erupsi, dan jumlah material yang dikeluarkan juga turut memengaruhi arah dan luas sebaran abu.

“Oleh sebab itu arah sebaran abu dapat berubah dalam waktu relatif singkat dan harus diperbarui berdasarkan kondisi meteorologi terkini,” ujarnya.

Lana mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di luar ruangan dan mengikuti informasi resmi yang disampaikan pemerintah terkait perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Menurut dia, potensi dampak yang lebih luas dapat meningkat apabila kolom erupsi menjadi lebih tinggi, erupsi berlangsung lebih lama, atau angin membawa abu vulkanik menuju jalur penerbangan dan wilayah berpenduduk.

Ia mengatakan Badan Geologi terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan untuk menyampaikan informasi terkait perkembangan dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau demi keselamatan penerbangan.

“Dampak terhadap operasional bandara ditetapkan oleh otoritas penerbangan berdasarkan informasi abu aktual, perkiraan penyebaran, dan standar keselamatan penerbangan,” kata Lana Saria.

Ia menegaskan masyarakat perlu mengikuti informasi resmi karena sebaran abu vulkanik tidak dapat diproyeksikan hanya berdasarkan satu kejadian erupsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Nasional
Mendikdasmen Targetkan Revi...
Daerah
Antisipasi Bencana, Pemerin...
Advertisement
Kerugian Sangat Besar , Peluang Medali Emas dari Juara Olimpiane Musnah karena Rizki Juniansyah Dilarang Bertanding

Kerugian Sangat Besar , Peluang Medali Emas dari Juara Olimpiane Musnah karena Rizki Juniansyah Dilarang Bertanding

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.