Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kali Serua Ciledug Diperlebar Jadi 6 Meter, Upaya Kurangi Risiko Genangan.

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 10:01 WIB | Oleh:
Kali Serua Ciledug Diperlebar Jadi 6 Meter, Upaya Kurangi Risiko Genangan. Doc: Antara Foto
Ket. Dinas PUPR Kota Tangerang menerjunkan alat berat untuk pelebaran kali serua Ciledug.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Provinsi Banten memperlebar kali Serua di Kelurahan Tajur, Ciledug dari kondisi eksisting selebar 2-3 meter menjadi 6 meter agar daya tampung air jauh lebih besar.

Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni di Tangerang, Minggu, mengatakan panjang kali Serua yang dilakukan normalisasi, yakni sepanjang 900 meter.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas PUPR Kota Tangerang menerjunkan alat berat untuk memastikan aliran kali Serua bisa berjalan normal. Target pekerjaan bisa dilakukan selesai saat musim kemarau, sehingga saat musim hujan turun, bisa menampung air dengan maksimal.

"Kita terus pantau dan mengimbau masyarakat tak membuang sampah sembarangan agar daya tampung kali bisa optimal," ujarnya.

Lurah Tajur Kurnain menekankan upaya normalisasi dilakukan untuk mengantisipasi banjir yang kerap terjadi di sepanjang jalan Kali Serua setiap musim hujan tiba.

”Kami bersama warga mendukung penuh normalisasi kali Serua. Kondisi musim kemarau saat ini bisa dimanfaatkan untuk mematangkan mitigasi dan mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi saat musim hujan," tambahnya.

Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan persoalan banjir menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kota Tangerang dan membutuhkan kolaborasi lintas wilayah agar penanganannya dapat berjalan optimal.

Pemkot Tangerang akan terus memaksimalkan seluruh unsur mulai dari camat, lurah hingga organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mempercepat penanganannya.

“Persoalan banjir merupakan masalah lintas wilayah, sehingga membutuhkan kolaborasi dan kerja sama semua pihak. Karena itu, koordinasi akan terus kami perkuat bersama pemerintah provinsi maupun daerah sekitar agar penanganannya semakin optimal,” pungkas Sachrudin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Hingga September 2026, Peru...
Nasional
Mendikdasmen Ungkap Tiga Ku...

Kakak Peka Jadi Andalan Menekan Narkoba di Situbondo

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kakak Peka Jadi Andalan Men...
Luar Negeri
Trump Tolak Proposal Iran u...

Stadion Internasional Sepatu Roda akan Dibangun di Tangerang

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Stadion Internasional Sepat...
Daerah
Lapas Amurang Beri Warga Bi...
Advertisement
WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.