Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Hancurkan Tiga Tanker Minyak Iran, Selat Hormuz Kembali Membara

📅 Senin, 07 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
AS Hancurkan Tiga Tanker Minyak Iran, Selat Hormuz Kembali Membara Doc: AFP/Handout/Komando Pusat AS (CENTCOM)
Ket. Tangkapan layar dirilis CENTCOM memperlihatkan serangan pasukan militer AS terhadap kapal tanker minyak mentah Iran, M/T Kylo (juga dikenal sebagai “Noxen”), di Teluk Oman, Sabtu (5/9).

WASHINGTON DC - Amerika Serikat (AS) mengatakan telah menghancurkan tiga kapal tanker minyak Iran pada Sabtu (5/9) sebagai respons atas upaya serangan rudal terhadap kapal perang Amerika. Di sisi lain, Garda Revolusi Iran mengklaim menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan AS sebagai tindakan balasan.

Bentrokan terbaru tersebut terjadi setelah serangkaian serangan udara AS pada pekan lalu, di tengah konflik yang telah berlangsung selama enam bulan. Iran masih mempertahankan pengaruhnya di Selat Hormuz, sementara Washington terus meningkatkan tekanan terhadap Teheran melalui blokade dan sanksi ekonomi.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan tiga kapal tanker yang menjadi sasaran memiliki keterkaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Washington menuduh pasukan Iran sebelumnya melakukan upaya serangan terhadap kapal perang AS.

"Setelah serangan Iran yang gagal, CENTCOM secara permanen melumpuhkan kapal tanker minyak mentah IRGC M/T Downy di lepas pantai Pulau Kharg dan M/T Stark 1 di dekat Jask," kata CENTCOM dalam pernyataannya.

Pasukan AS juga menghancurkan kapal tanker minyak mentah M/T Kylo yang tidak bermuatan di Teluk Oman. Kapal tersebut dihantam di sejumlah titik penting hingga tidak dapat beroperasi setelah awak kapal diperintahkan meninggalkan kapal.

CENTCOM merilis video yang memperlihatkan bola api dan kobaran besar setelah proyektil menghantam kapal-kapal tersebut. Menurut Washington, ketiga tanker itu merupakan bagian dari jaringan yang digunakan untuk mendanai IRGC dan kelompok proksinya di kawasan.

Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper mengatakan penghancuran tanker tersebut merupakan konsekuensi atas serangan terhadap kapal perang AS.

"Jika Anda menembak dua kapal kami, kami akan memberikan kerugian ekonomi yang jauh lebih besar -- menghancurkan tiga kapal Anda," kata Cooper.

Sementara itu, Garda Revolusi Iran melalui kantor berita negara IRNA mengatakan angkatan udaranya telah menyerang sebuah kapal induk dan sebuah kapal perusak AS menggunakan beberapa rudal balistik.

IRGC mengklaim kedua kapal perang Amerika tersebut terpaksa mundur setelah mengalami kerusakan. Namun, CENTCOM membantah klaim tersebut dan mengatakan kapal-kapal perang AS berhasil menghindari serangan Iran.

Tekanan di Selat Hormuz

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump berupaya mengecilkan arti penting konflik yang telah berlangsung selama enam bulan tersebut. Wakil Presiden JD Vance bahkan mengatakan dirinya "tidak akan menyebutnya sebagai perang", sementara Trump menyebut konflik Iran sebagai "masalah kecil" bagi Washington.

Namun, Iran menegaskan akan terus memberikan perlawanan. Kepala Keamanan Iran Mohsen Rezaei mengatakan Republik Islam telah mengadopsi "strategi baru" menghadapi Washington dalam konflik yang menurutnya dapat menghancurkan fondasi AS.

Selat Hormuz menjadi salah satu titik utama dalam konflik tersebut karena merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi dunia. Sebelum konflik, sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati jalur perairan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Pengaturan pembelian BBM di Bali

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pengaturan pembelian BBM di...

Ritual Munara Fan Nanggi di Biak

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Ritual Munara Fan Nanggi di...

Hiu paus terdampar di Bantul

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Rona
Hiu paus terdampar di Bantul
Megapolitan
Semarak Hari Kebudayaan Nas...

Edukasi bantuan hidup dasar di Palu

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Edukasi bantuan hidup dasar...
Nasional
Memperkuat penanganan karhu...

Bakti kesehatan Polri di Polres Jombang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Bakti kesehatan Polri di Po...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.