Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ribuan Warga Surabaya Kena Cleansing, Anggota DPR Pertanyakan Tanggung Jawab Moral BPJS

📅 Senin, 07 Sep 2026, 11:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ribuan Warga Surabaya Kena Cleansing, Anggota DPR Pertanyakan Tanggung Jawab Moral BPJS Doc: Antara
Ket. Pelayanan di kantor BPJS Kesehatan Surabaya, Jawa Timur.

SURABAYA - Anggota Komisi IX DPR RI Gamal mempertanyakan perlindungan bagi puluhan ribu peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) yang masih berstatus nonaktif setelah proses cleansing dan pemutakhiran data.

Di Kota Surabaya, tercatat 50.613 peserta masih belum kembali aktif dari total 67.104 peserta PBI-JK yang dinonaktifkan pada 2026.

“Bagaimana tanggung jawab moral dan konstitusional dan langkah yang akan diambil BPJS Kesehatan Jawa Timur dan Kota Surabaya kepada 50.000 (lebih) warga kita yang hari ini kehilangan jaminan sosial,” kata Gamal saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Jumat (4/9), dikutip Parlemetaria.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, hingga Agustus 2026 sebanyak 16.243 peserta dari total 67.104 peserta yang dinonaktifkan telah kembali aktif, baik sebagai peserta PBI-JK maupun berpindah ke segmen kepesertaan lainnya. Dari jumlah tersebut, 908 merupakan pasien katastropik yang telah direaktivasi secara terpusat, sementara 12.138 peserta kembali aktif melalui segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Pemda.

Gamal menilai kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian karena persoalan administrasi kepesertaan tidak boleh sampai menghambat masyarakat ketika membutuhkan pelayanan kesehatan. Ia mengingatkan adanya risiko keterlambatan pelayanan apabila peserta baru mengetahui status non aktif ketika sudah berada di fasilitas kesehatan.

“Ketika tidak ada pemberitahuan awal, ada dua kemungkinan. Dia datang ke tempat faskes kemudian dia tidak mendapatkan layanan, atau ada resiko medis terutama terhadap penyakit-penyakit berat yang perlu penanganan cepat,” ujarnya.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Deputi Direksi Wilayah VII BPJS Kesehatan I Made Puja Yasa menjelaskan bahwa mekanisme reaktivasi telah disiapkan, termasuk bagi peserta yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Peserta PBI-JK nonaktif yang sedang sakit dapat diproses melalui fasilitas kesehatan. Untuk reaktivasi kembali menjadi PBI-JK, fasilitas kesehatan dapat menerbitkan surat keterangan membutuhkan layanan segera yang kemudian diteruskan kepada Dinas Sosial untuk diusulkan kepada Kementerian Sosial. Setelah mendapat persetujuan, BPJS Kesehatan melakukan reaktivasi dengan standar layanan hingga aktif kembali selama 1x24 jam.

Sementara bagi peserta yang direaktivasi menjadi PBPU Pemda di Kota Surabaya, proses dapat dilakukan melalui fasilitas kesehatan dengan menggunakan aplikasi Edabu PD Pemda. Karena Surabaya menerapkan UHC non-cut off, kepesertaan PBPU Pemda dapat langsung aktif setelah dilakukan entri dan persetujuan.

Made mengatakan BPJS Kesehatan juga mendorong pemerintah daerah untuk mengisi kekosongan kepesertaan akibat pengalihan peserta PBPU Pemda ke PBI.

“Pengalihan peserta PBPU Pemda ke PBI itu jumlahnya ada 750 ribuan. Nah, kami dorong pemerintah daerah untuk mengisi kekosongan tersebut dengan data-data PBI yang nonaktif ini,” ujarnya.

Di sisi lain, Gamal menyoroti pentingnya memastikan tidak ada jeda perlindungan bagi peserta yang sedang menjalani pengobatan. Menurutnya, proses reaktivasi yang baru berjalan ketika masyarakat membutuhkan pelayanan berpotensi menimbulkan risiko, terutama bagi pasien dengan penyakit kronis maupun katastropik.

“Jeda reaktivasi berisiko memicu delay of care, keterlambatan penanganan yang mengancam jiwa pada beberapa pasien,” tegas Gamal.

BPJS Kesehatan Cabang Surabaya sendiri menyatakan tidak menemukan pelayanan tertunda atau keluhan akibat status kepesertaan dalam proses cleansing. Hal tersebut didukung koordinasi antara fasilitas kesehatan, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta BPJS Kesehatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Megapolitan
Wali Kota dan Wakil Wali Ko...
Nasional
Menbud: Kebun Raya Bogor Ja...
Daerah
Polres Aceh Barat Tangkap P...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Dorong Sisw...

Wali Kota Bogor Raih Metropolitan Award 2026

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Raih Metrop...
Daerah
PT KAI Daop 7 Madiun Perbai...
Nasional
Kasus Korupsi BNPB, Yusril ...
Advertisement
Dampak Karhutla, Gangguan Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

Dampak Karhutla, Gangguan Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.