Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
📅 Senin, 31 Agu 2026, 17:28 WIB | Oleh: Tim RedaksiPertek Jaga Daya Saing Industri Nasional
Pemerintah mencermati perkembangan pada subsektor yang mengalami tekanan secara lebih spesifik. Setiap subsektor memiliki karakteristik persoalan yang berbeda, mulai dari permintaan, bahan baku, logistik, persaingan produk impor, hingga perubahan perilaku konsumen. Karena itu, Kemenperin terus memperkuat kebijakan yang dapat mendukung keberlanjutan hingga daya saing industri nasional melalui Pertimbangan Teknis (pertek).
Menanggapi keluhan pelaku industri tekstil terkait proses Pertek yang dinilai dapat menjadi tantangan bagi kegiatan usaha, Kemenperin mencermati kebijakan tersebut perlu dilihat sebagai upaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan industri dan kondisi pasar dalam negeri.
“Menurut kami, pertek ini bukan menjadi suatu hambatan, tetapi menjadi pemacu agar daya saing industri dalam negeri terus maju,” ujar Sri Bimo.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Jubir Kemenperin, kebijakan yang berkaitan dengan pengaturan industri perlu ditempatkan dalam kerangka menjaga keseimbangan antara kelancaran kegiatan usaha dan kepentingan pengembangan industri nasional. Hal ini menjadi semakin penting di tengah persaingan industri global, ketika berbagai negara juga menerapkan kebijakan untuk menjaga dan mengembangkan kapasitas industri dalam negerinya.
“Pada prinsipnya, Kemenperin menjaga keseimbangan antara supply dan demand. Karena itu, instrumen pertek tetap dibutuhkan untuk mengantisipasi tekanan terhadap permintaan produk industri dalam negeri,” ujarnya.
Febri mencontohkan, jika kebutuhan suatu produk di dalam negeri mencapai 100 unit, sementara industri nasional hanya mampu memasok 80 unit, maka kekurangan 20 unit dapat dipenuhi melalui impor. Akan tetapi, impor tetap perlu dikendalikan agar jumlah barang yang masuk tidak justru membanjiri pasar domestik.
"Kalau seandainya nanti impor yang masuk bukan 20 tapi dibebaskan terus masuk 100, jadikan 120, pasar domestik kan jadi banjir," pungkas Febri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!