Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menhut Raja Antoni Tutup Sementara Pendakian di 9 Taman Nasional Rawan Karhutla

📅 Senin, 31 Agu 2026, 17:44 WIB | Oleh:
Menhut Raja Antoni Tutup Sementara Pendakian di 9 Taman Nasional Rawan Karhutla Doc: Kementerian Kehutanan
Ket. Menhut Raja Antoni usai Rakor Penanganan Karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (31/8/).

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni mengumumkan penutupan sementara wisata pendakian di sembilan taman nasional yang memiliki tingkat kerentanan Karhutla tinggi. Kebijakan ini diambil untuk mengurangi risiko keselamatan sekaligus memaksimalkan sumber daya penanganan Karhutla di enam provinsi prioritas.

“Secara resmi akan ada surat edaran dari Dirjen KSDAE, tapi saya bisa umumkan sementara ada penutupan sementara terhadap 9 Taman Nasional,” kata Menhut Raja Antoni usai Rakor Penanganan Karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (31/8/2026).

20260831174438_Taman-Nasional-Rawan-Karhutla.jpg

Menhut Raja Antoni menjelaskan, kebakaran di sejumlah taman nasional membuat penanganan Karhutla semakin sulit. Sejumlah helikopter water bombing yang seharusnya dapat dimaksimalkan untuk enam provinsi prioritas harus dikerahkan ke taman nasional yang mengalami kebakaran.

“Mengingat beberapa taman nasional kita juga terjadi kebakaran dan ini sangat menyulitkan kita untuk melakukan pemadaman, beberapa heli water bombing yang mestinya bisa dipergunakan, dimaksimumkan di 6 provinsi prioritas, tapi karena ada kebakaran yang luar biasa di beberapa taman nasional akhirnya heli ini juga di-deploy ke taman-taman nasional tersebut,” ujar Menhut Raja Antoni.

Menhut Raja Antoni menegaskan penutupan sementara ini bukan untuk membatasi keinginan para pendaki. Namun ia kembali menjelaskan bahwa penutupan untuk menjaga keselamatan para pendaki dan memperlancar penanganan karhutla.

“Ini sekali lagi maksudnya adalah bukan kita membatasi keinginan para pendaki untuk menaiki taman nasional kita, tapi karena risiko yang sangat tinggi, seperti yang terjadi terakhir di Bromo Tengger dan Semeru yang akhirnya mengakibatkan ada 170-an pendaki yang terjebak,” kata Menhut Raja Antoni.

Selain penutupan sementara, wisata pendakian di TN Gunung Rinjani, TN Gunung Merbabu, Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang (Argopuro), dan TN Gunung Halimun Salak diberlakukan secara terbatas dengan pengawasan ekstra ketat serta pembatasan pada zonasi aman.

Berikut wisata pendakian di 9 Taman Nasional yang ditutup sementara 

  1. Pendakian Gunung Semeru (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru),
  2. TN Kerinci Seblat,
  3. TN Gunung Ciremai,
  4. TN Tambora,
  5. TN Manusela,
  6. TN Bukit Baka Bukit Raya,
  7. TN Gunung Gede Pangrango,
  8. TN Gunung Leuser
  9. TN Lorentz (jalur Ilaga, Tsinga, Sugapa, dan Ugimba).

sementara itu, wisata pendakian yang dibuka terbatas yakni: 

  1. TN Gunung Rinjani,
  2. TN Gunung Merbabu
  3. Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang (Argopuro)
  4. TN Gunung Halimun Salak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.