Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Inflasi di Rejang Lebong akibat Kenaikan Harga Cabai dan Ayam Potong

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 11:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Inflasi di Rejang Lebong akibat Kenaikan Harga Cabai dan Ayam Potong Doc: ANTARA
Ket. Aktivitas jual beli di kawasan Pasar Atas Curup, Kabupaten Rejang Lebong.

REJANG LEBONG – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyebutkan laju inflasi di wilayah itu, naik dalam beberapa pekan belakangan akibat adanya kenaikan harga jual aneka jenis cabai dan ayam potong.

"Inflasi di Kabupaten Rejang Lebong saat ini dipicu oleh kenaikan harga jual cabai merah, cabai setan dan cabai rawit serta ayam potong. Kenaikan harga ini menyebabkan daya beli masyarakat berkurang," kata Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Rejang Lebong, Sofan Wahyudi, di Rejang Lebong, Kamis(30/7).

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan pihaknya di pasar tradisional yang ada di Kabupaten Rejang Lebong sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain ayam potong dari Rp35.000 menjadi Rp42.000 per kg.

Sedangkan untuk cabai merah dari Rp30.000 menjadi Rp40.000 per kg, cabai setan dari Rp40.000 menjadi Rp50.000 per kg, dan cabai rawit hijau dari Rp30.000 menjadi Rp35.000 per kg.

"Rejang Lebong ini memang menjadi daerah penghasil cabai, tetapi saat ini sebagian petani baru melakukan penanaman sehingga pasokan ke pasar menjadi berkurang," terangnya.

Selain cabai dan ayam potong beberapa jenis sayuran lainnya juga mengalami kenaikan, karena petani baru melakukan penanaman sayuran seperti mentimun, wortel, kol bulat, sawi serta sayuran lainnya.

Sementara itu untuk beras kemasan bermerek, kata dia, juga mengalami kenaikan terutama beras kemasan, dengan besaran kenaikan rata-rata Rp2.000 hingga Rp5.000 per kemasan.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga di Kabupaten Rejang Lebong TPID setempat telah menyiapkan sejumlah langkah intervensi guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Program yang akan dijalankan pihaknya itu, kata Sofan, antara lain Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar, inspeksi mendadak ke pasar tradisional, serta pengawasan distribusi dan ketersediaan stok barang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Angka Perdadangan Orang di Jabar Cukup Tinggi

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Angka Perdadangan Orang di ...

Ekspor Jatim Terus Digencarkan dengan Industri Hijau

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Ekspor Jatim Terus Digencar...
Olahraga
Sebagai Unggulan Kedua Turn...
Olahraga
Janice Tjen Bersama Zhang B...
Daerah
Siswa seberangi sungai di P...

Eropa Pasang Badan Hadapi Rencana FIFA

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Eropa Pasang Badan Hadapi R...
Wisata
Pelepasliaran 500 ekor tuki...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

Tukin Prajurit TNI dan Pegawai Kemhan Dinaikkan Setelah Delapan Tahun tanpa Penyesuaian, Ini Besarannya

Tukin Prajurit TNI dan Pegawai Kemhan Dinaikkan Setelah Delapan Tahun tanpa Penyesuaian, Ini Besarannya

30 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 4
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
📅 Rabu, 29-Jul-2026
# 4
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
📅 Rabu, 29-Jul-2026
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.