Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menperin Agus: IPAL Ramah Lingkungan untuk IKM Sasirangan Tapin Turunkan Limbah hingga 98%

📅 Kamis, 27 Agu 2026, 13:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Menperin Agus: IPAL Ramah Lingkungan untuk IKM Sasirangan Tapin Turunkan Limbah hingga 98% Doc: istimewa
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan transformasi industri nasional harus berorientasi pada peningkatan produktivitas sekaligus keberlanjutan lingkungan. Komitmen itu diwujudkan melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) bagi IKM Sentra Sasirangan Timbaan di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan

JAKARTA— Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan transformasi industri nasional harus berorientasi pada peningkatan produktivitas sekaligus keberlanjutan lingkungan. Komitmen itu diwujudkan melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) bagi IKM Sentra Sasirangan Timbaan di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.

“Kementerian Perindustrian terus menerapkan teknologi tepat guna yang mampu meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus memperkuat aspek keberlanjutan lingkungan. Upaya ini bagian penting mewujudkan industri nasional yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan sesuai prinsip industri hijau,” ujar Menperin di Jakarta, Kamis (27/8).

IPAL berkapasitas 3.500 liter ini dibangun melalui Program Percepatan Pemanfaatan Teknologi melalui Dana Kemitraan Peningkatan Teknologi Industri (DAPATI) oleh Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI). 

Selain menekan pencemaran, IPAL juga mampu mendaur ulang sekitar 90% air olahan untuk kebutuhan produksi, sehingga IKM dapat menghemat penggunaan air bersih.

Pembangunan IPAL dilatarbelakangi praktik pembuangan limbah cair pewarnaan kain sasirangan yang sebelumnya langsung dibuang ke sumur resapan tanpa pengolahan. Kondisi itu berpotensi mencemari lingkungan.

“Melalui DAPATI, BSPJI Banjarbaru menghadirkan solusi teknologi yang sederhana, mudah dioperasikan, memanfaatkan material lokal, serta mampu meningkatkan kualitas pengelolaan limbah cair pada IKM sasirangan,” ujar Kepala BSPJI Banjarbaru, Oktaviyanto Jimat Wibowo.

Turunkan 6 Parameter Pencemar Sekaligus

IPAL berdimensi 4,5 x 2 x 1,2 meter ini terdiri dari 7 bak. Tahap awal menggunakan elektrokoagulasi dengan inverter untuk mengendapkan logam. Selanjutnya limbah disaring melalui 5 media lokal: ijuk, arang, pecahan genteng, sabut kelapa, dan tumbuhan purun, sebelum masuk bak kontrol dan dialirkan ke sumur resapan.

Hasil uji laboratorium menunjukkan penurunan signifikan: Hidrogen Sulfida (H2S) 98,75%, Minyak dan Lemak 97,33%, Fenol 91,66%, BOD 81,77%, COD 80,44%, dan TSS 40,74%. Hampir semua parameter sudah memenuhi baku mutu Pergub Kalsel No 36/2008 dan Permen LHK No 12/2025.

Penguatan SDM dan Replikasi ke Daerah Lain

Kepala BSKJI Emmy Suryandari menyampaikan, program DAPATI juga bertujuan meningkatkan kapasitas SDM. “Program ini tidak hanya menghasilkan inovasi aplikatif, tetapi juga memastikan pelaku industri mampu mengoperasikan teknologi secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai bagian program, BSPJI Banjarbaru memberikan bimbingan teknis kepada 15 pengrajin dari 9 IKM anggota Sentra Sasirangan Timbaan. Materi mencakup pengoperasian IPAL, baku mutu air limbah, pengelolaan lingkungan, hingga kewirausahaan dan pemasaran.

Setiap proses produksi di sentra ini menghasilkan sekitar 250 liter limbah cair. Sebelumnya, limbah hanya ditampung di sumur resapan 500 liter tanpa diolah. Dengan kapasitas IPAL baru 3.500 liter, pengelolaan limbah menjadi jauh lebih optimal.

Ke depan, BSPJI Banjarbaru akan terus memonitor pemanfaatan IPAL ini. Hasilnya diharapkan menjadi model bagi sentra sasirangan dan IKM lain di Kalsel maupun di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.