Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ciptakan Banyak Lapangan Kerja yang Layak dan Berkelanjutan

📅 Senin, 31 Agu 2026, 03:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ciptakan Banyak Lapangan Kerja yang Layak dan Berkelanjutan Doc: antara
Ket. Kualitas Perekonomian - pertumbuhan ekonomi mampu menciptakan lapangan kerja yang berkualitas.

JAKARTA - Pemerintah diminta tidak hanya fokus pada upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi agar bisa menyerap tenaga kerja yang banyak, tetapi harus memprioritaskan pertumbuhan yang berkualitas agar menyerap tenaga kerja secara berkelanjutan.

Pertumbuhan yang berkualitas itu terutama ditopang sektor-sektor formal yang terbukti meraup tenaga kerja secara berkala dan berkelanjutan, bukan sektor informal yang hanya sesaat dan tenaga kerjanya sangat mudah kembali menjadi pengangguran.

 Peneliti Ekonomi Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendi Manilet mengatakan upaya untuk mendorong penciptaan lapangan kerja dari pertumbuhan ekonomi yang terjadi menjadi agenda yang krusial, terutama dalam konteks memanfaatkan periode bonus demografi yang saat ini sedang dialami Indonesia.

“Namun, yang perlu dipastikan bukan hanya seberapa besar atau banyak tenaga kerja yang dapat terserap dalam setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi, melainkan juga kualitas dari penyerapan tenaga kerja tersebut,” kayanya.

 Dikatakan, ke depan harapannya adalah pertumbuhan ekonomi mampu menciptakan lapangan kerja yang berkualitas. Pekerjaan semacam itu dinilai mampu mendorong peningkatan produktivitas dalam jangka panjang sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Hal itu menjadi semakin krusial karena jendela waktu untuk memanfaatkan bonus demografi Indonesia tidaklah panjang.

“Periode tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong peningkatan kesejahteraan yang berkelanjutan,” jelasnya. Salah satu kuncinya adalah memperbaiki kualitas penyerapan tenaga kerja.

Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi tidak hanya menyerap angkatan kerja dalam jumlah besar, tetapi juga menciptakan pekerjaan yang produktif, berkualitas, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang,” pungkasnya. Proyeksi penciptaan 2,4 juta lapangan kerja oleh Pemerintah menjadi sinyal positif di tengah upaya mengejar target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Namun, tantangan ke depan adalah memastikan lapangan kerja yang tercipta tidak hanya banyak, tetapi juga layak dan berkelanjutan.

Efek Ganda

Guru Besar Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Aloysius Gunadi Brata, mengatakan secara historis setiap pertumbuhan ekonomi sebesar 1 persen cenderung menciptakan sekitar 400 ribu lapangan pekerjaan.

“Agar mampu menyerap seluruh tenaga kerja, harus dengan pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen. Ini juga hanya mungkin bila ekonomi tidak terlalu diarahkan ke sektor padat modal karena sektor ini justru menekan penyediaan lapangan kerja.

Artinya, investasi ke sektor padat karya tetap krusial,” kata Aloysius, Minggu (30/8). Menurut Aloysius, pemerintah juga perlu memastikan belanja dan berbagai program dengan anggaran besar benar-benar memberikan efek ganda terhadap perekonomian, terutama dalam penciptaan kesempatan kerja.

“Tentu, yang menjadi urgen di sini adalah efisiensi birokrasi pemerintahan itu sendiri. Tepatnya, tata kelola harus diperbaiki supaya program-program berdana besar bisa menghasilkan efek multiplier pada sisi ketenagakerjaan,” jelasnya. Selain mengejar pertumbuhan dan memperluas investasi, Aloysius menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) perlu menjadi bagian penting dalam strategi penciptaan lapangan kerja.

Peningkatan kualitas SDM diperlukan agar tenaga kerja dapat terhubung dengan perkembangan sektor-sektor ekonomi nontradisional sekaligus lebih siap menghadapi perubahan kebutuhan tenaga kerja akibat perkembangan teknologi dan otomatisasi.

 “Kualitas SDM sendiri juga perlu mendapatkan perhatian, supaya terkoneksi dengan perkembangan di sektor-sektor nontradisional. Sekaligus memberikan fondasi untuk tidak cepat terlempar dari proses-proses otomasi di bidang-bidang tertentu,” kata Aloysius.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...

Tiga Tentara Korsel Terluka Akibat Ledakan di DMZ

19 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Tiga Tentara Korsel Terluka...
Megapolitan
Kebakaran Terminal NPCT1 Ja...

Tiongkok Depak Dua Jenderal dari Partai Komunis

34 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Tiongkok Depak Dua Jenderal...
Advertisement
Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.