Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menperin: Industri Hijau Bukan Beban, Tapi Investasi Jangka Panjang untuk Tembus Pasar Global

📅 Jumat, 28 Agu 2026, 23:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Menperin: Industri Hijau Bukan Beban, Tapi Investasi Jangka Panjang untuk Tembus Pasar Global Doc: istimewa
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pembukaan pendaftaran Penghargaan Industri Hijau 2026, Jumat (28/8)

JAKARTA — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan penerapan industri hijau merupakan strategi investasi jangka panjang untuk memperkuat daya saing manufaktur nasional di pasar global, bukan sekadar pemenuhan aspek lingkungan.

Hal itu disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pembukaan pendaftaran Penghargaan Industri Hijau 2026, Jumat (28/8).

“Transformasi menuju industri hijau merupakan sebuah keniscayaan. Industri yang mampu menggunakan sumber daya secara lebih efisien, menekan emisi dan limbah, serta menerapkan proses produksi yang berkelanjutan akan memiliki daya saing yang semakin kuat,” kata Menperin.

Menurut Agus, pasar global saat ini sudah menempatkan aspek keberlanjutan sebagai syarat utama perdagangan dan investasi. Investor dan rantai pasok dunia kini menuntut produk yang dihasilkan melalui proses produksi ramah lingkungan dan efisien sumber daya.

“Kita ingin industri Indonesia tidak hanya kompetitif dari sisi harga dan kualitas, tetapi juga unggul dalam aspek keberlanjutan. Dengan industri hijau, kita dapat meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat posisi produk manufaktur Indonesia dalam rantai pasok global,” ujarnya.

Magnet Investasi

Menperin menilai perusahaan yang lebih dulu bertransformasi ke industri hijau akan lebih mudah menarik investasi dan masuk ke pasar ekspor. Efisiensi energi, pengurangan limbah, dan tata kelola berkelanjutan menjadi nilai tambah yang dicari investor global.

“Kami mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang telah menunjukkan komitmen dan melakukan investasi nyata untuk menjalankan proses produksi yang semakin efisien dan ramah lingkungan. Kami berharap praktik-praktik baik tersebut semakin luas diterapkan sehingga transformasi industri hijau berlangsung secara masif,” tutur Agus.

Sejak 2010 hingga 2025, Penghargaan Industri Hijau telah diberikan kepada lebih dari 1.100 perusahaan dari berbagai sektor manufaktur yang berhasil menerapkan prinsip efisiensi dan keberlanjutan.

3 Kategori Penghargaan Dibuka

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari menjelaskan, Penghargaan Industri Hijau 2026 dibuka dalam 3 kategori:

1. Kinerja Terbaik Penerapan Industri Hijau: untuk perusahaan yang sudah memiliki Sertifikat Industri Hijau

2. Transformasi Menuju Industri Hijau: untuk perusahaan yang belum bersertifikat tapi sudah melakukan efisiensi sumber daya

3. Pemerintah Daerah dengan Implementasi Industri Hijau Terbaik: untuk Pemda yang punya kebijakan dan dukungan kelembagaan

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Marketing VALTEKINDO
Marketing VALTEKINDO
29 Aug 2026, 09:26 WIB.

Artikel dari Koran Jakarta ini sangat informatif dan relevan dengan kondisi lapangan, mengingat tuntutan pasar global terhadap produk manufaktur yang ramah lingkungan memang sudah menjadi syarat mutlak, sehingga para pelaku industri di sektor pengemasan maupun pemrosesan harus proaktif berinovasi demi menarik perhatian investor serta memperluas pangsa pasar internasional.

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Nasional
BMKG Jayapura Catat 1.862 T...
Nasional
Puncak Peringatan HUT Ke-81...
Advertisement
BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.