Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Karhutla Makin Membara, Purbaya Siapkan Tambahan Dana

📅 Rabu, 26 Agu 2026, 18:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Karhutla Makin Membara, Purbaya Siapkan Tambahan Dana Doc: ANTARA/Tumpal Andani Aritonang
Ket. Satgas darat berupaya memadamkan api di lahan gambut yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Pengayuan, Banjarbaru, Kalsel, Selasa (25/8/2026).

JAKARTA – Anggaran penanggulangan karhutla perlu diarahkan lebih kuat pada pencegahan, bukan hanya pemadaman setelah kebakaran meluas.

Desakan pencairan sekitar Rp290,9 miliar untuk operasional penanganan karhutla di Kalimantan menunjukkan kebutuhan dana di lapangan masih mendesak.

Secara ekonomi, investasi pada patroli, deteksi dini, pengelolaan lahan gambut, dan pemberdayaan masyarakat berpotensi jauh lebih efisien dibanding menanggung biaya pemadaman serta kerugian kesehatan, lingkungan, dan aktivitas ekonomi akibat kabut asap.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan telah menyiapkan anggaran yang diperuntukkan sebagai tambahan kebutuhan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan siap dicairkan ketika diajukan.

“Kami uangnya siap terus, tinggal Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) operasinya seperti apa,” kata Purbaya saat dikonfirmasi di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Rabu (26/8).

Sejauh ini, kata Purbaya, BNPB telah mengantongi anggaran senilai Rp5 triliun untuk penanganan bencana nasional. Kementerian Keuangan belum menambah anggaran baru, termasuk untuk penanganan karhutla, lantaran belum menerima pengajuan dari BNPB.

“BNPB belum kasih biaya total, kami nggak tahu berapanya. Kan ini masih terjadi, dia (BNPB) akan menilai ulang. Tapi, hitungan saya sih nggak akan sebesar di Aceh, karena kan Aceh masif sekali,” jelas Purbaya.

Bendahara Negara sejauh ini tak membatasi nilai tambahan anggaran yang boleh diajukan oleh BNPB. Hanya saja, ia menggarisbawahi pengajuan dana harus bebas dari manipulasi harga.

“Asal jangan di-mark up saja. Kalau untuk bencana kan pendekatannya beda dengan belanja biasa. Bencana kan menyangkut hajat hidup orang banyak yang betulan mengancam kehidupan mereka. Jadi, kami akan beda pendekatannya dengan program-program yang lain,” tutur Menkeu.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah hadir melalui langkah terpadu dalam menghadapi bencana gempa bumi dan kondisi iklim ekstrem, termasuk karhutla.

Dalam sambutannya pada Peluncuran Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) di PLTS Site Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali (25/8), Presiden mengatakan penanganan karhutla di sejumlah wilayah dilakukan secara terpadu dengan melibatkan lintas sektor serta didukung pengerahan sumber daya dalam jumlah besar.

Presiden Prabowo optimistis penanganan karhutla di berbagai wilayah dapat diselesaikan dalam waktu dekat setelah pemerintah mengerahkan berbagai sumber daya untuk mengatasi kebakaran.

“Sekarang saya kira sudah mulai teratasi, termitigasi di beberapa tempat saya kira saya berharap dalam satu dua minggu ini bisa selesai semua,” ungkapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ribuan Penebang Tebu Sambut Mentan Amran, Diajak Dukung Swasembada Gula Nasional.
    Preview komentar:
    swasambada gula juga tidak kalah pentingnya dari swasembada ...
  • Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi yang sering berinteraksi dengan sektor distribusi ...
  • Industri Halal Dinilai Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.
    Preview komentar:
    Membaca ulasan komprehensif ini memberikan perspektif baru yang ...
Ribuan Penebang Tebu Sambut Mentan Amran, Diajak Dukung Swasembada Gula Nasional.

Ribuan Penebang Tebu Sambut Mentan Amran, Diajak Dukung Swasembada Gula Nasional.

26 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.