Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Australia Perketat Aturan Imigrasi, Mahasiswa Asing Kini Dilarang Bawa Keluarga

📅 Jumat, 18 Sep 2026, 11:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Australia Perketat Aturan Imigrasi, Mahasiswa Asing Kini Dilarang Bawa Keluarga Doc: Independent Australia
Ket. Ilustrasi - Kampus Universitas Melbourne.

SYDNEY - Australia akan memberlakukan larangan bagi mahasiswa internasional menyertakan anggota keluarga ke dalam visa pelajar mereka serta membatasi perpanjangan visa liburan kerja (Working Holiday Visa atau WHV) untuk menekan angka migrasi di negara itu.

Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke di Canberra, Kamis (17/9), sebagai bagian dari perombakan besar-besaran terhadap peraturan migrasi untuk menurunkan angka bersih migrasi asing menjadi 225.000 pada tahun 2028 dari tingkat saat ini sekitar 300.000.

Berdasarkan kebijakan baru tersebut, sistem pemilihan acak akan diberlakukan bagi mereka yang ingin memperpanjang WHV untuk tahun kedua atau ketiga.

Pembatasan kuota juga akan diberlakukan dengan membatasi visa tahun kedua menjadi 45.000, dibandingkan dengan 57.000 yang diberikan tahun lalu, dan visa tahun ketiga menjadi hanya 5.000, dibandingkan dengan sebelumnya 31.000.

Meskipun sebagian besar mahasiswa internasional tidak lagi diizinkan membawa anggota keluarga mereka tinggal di Australia, pengecualian akan diberlakukan bagi mahasiswa dari negara-negara kepulauan Pasifik dan ASEAN, serta sebagian mahasiswa program doktoral.

Wisatawan asing juga tidak akan diizinkan memperpanjang masa tinggal mereka lewat ketentuan "tidak boleh tinggal lebih lama" pada visa kunjungan.

Upaya tersebut diambil di tengah perdebatan yang semakin memanas mengenai isu imigrasi, seiring dengan meningkatnya biaya hidup dan kelangkaan perumahan yang memberikan membebani rumah tangga di Australia.

Sebelumnya, Senin (14/9), partai sayap kanan ekstrem One Nation, yang dukungannya terus meningkat dalam jajak pendapat terkini, mengusulkan pengurangan drastis jumlah migran sementara sebanyak 750.000 orang dalam tiga tahun.

Menurut One Nation, hal itu dapat memulihkan standar hidup masyarakat Australia.

Namun demikian, Burke menepis anggapan bahwa perubahan yang diumumkan itu merupakan respons terhadap iklim politik. Menurut Burke, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan sistem imigrasi tetap sesuai dengan tujuan aslinya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Ekonomi
IHSG Hari Ini Bergerak Naik...
Ekonomi
Keren, Pelita Air Raih Top ...
Advertisement
Menunggu Giant Sea Wall untuk Tawarkan Air Laut

Menunggu Giant Sea Wall untuk Tawarkan Air Laut

18 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.