Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengemasan Museum Secara Tematik Hadirkan Ekonomi Budaya

2 Rabu, 16 Sep 2026, 22:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pengemasan Museum Secara Tematik Hadirkan Ekonomi Budaya Pengemasan Museum Secara Tematik Hadirkan Ekonomi Budaya Doc: Antara
Ket. Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat meresmikan Museum Museum Cipta Mahardika, yang merupakan bagian dari perluasan Museum Gubug Wayang, Mojokerto, Jawa Timur.

Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menilai bahwa kreativitas dalam pengemasan museum tematik terbukti sukses menarik minat kunjungan publik secara luas.

Kementerian Kebudayaan, kata dia, menargetkan Indonesia dapat memiliki lebih banyak museum ke depan sebagai etalase kebudayaan dan peradaban bangsa di tingkat global.

“Museum itu bukan cost center, tetapi bisa menciptakan ekonomi budaya sirkular yang berkelanjutan. Keberanian swasta mendirikan museum membuktikan bahwa museum dapat dioperasionalkan secara profesional dan mandiri. Kita berharap Indonesia ke depan memiliki lebih dari seribu museum sebagai etalase budaya dan peradaban nasional di tengah peradaban dunia,” ujar Menbud dalam keterangan resmi diterima dan dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Fadli saat meresmikan Museum Museum Cipta Mahardika, Mojokerto, Jawa Timur yang merupakan bagian dari perluasan Museum Gubug Wayang itu menegaskan bahwa seluruh koleksi museum tematik merupakan hal yang penting namun, wayang sebagai koleksi utama Museum Gubug Wayang telah diinskripsi oleh UNESCO sejak tahun 2003 sebagai warisan budaya takbenda (WBTb).

Wayang merupakan pelopor dari 16 warisan budaya Indonesia yang diakui dunia. Menurut Menbud, keragaman jenis wayang yang memiliki akulturasi dengan budaya lain memerlukan institusionalisasi melalui museum tematik agar edukasi dan literasi budaya masyarakat semakin kuat.

“Kita sangat mengapresiasi individu, swasta, dan korporasi yang mencintai budaya Indonesia dan berani mendirikan museum. Wayang ini tradisinya sangat panjang dan akulturasinya kaya. Dengan semakin banyaknya museum tematik seperti di Museum Gubug Wayang, institusionalisasi warisan budaya kita akan menjadi lebih berkelanjutan dan literasi budaya masyarakat dapat dijangkau secara lebih mudah,” ujarnya lagi.

Fadli berharap Museum Cipta Mahardika dapat terus menjadi praktik baik institusionalisasi budaya Indonesia.

“Mudah-mudahan, Museum Gubug Wayang dan museum-museum yang merupakan kelompok grup dari museum Gubug Wayang ini bisa menjadi inspirasi bagi tumbuhnya museum-museum lain yang lebih tematik,” ujarnya.

Ia juga mengumumkan juga mengumumkan rencana peresmian Museum Pelawak atau Museum Bing Slamet pada 27 September 2026 mendatang yang bertepatan dengan Hari Komedi Nasional.

Pencanangan tersebut menjadi komitmen Kementerian Kebudayaan dalam melestarikan dan memperkenalkan budaya Nusantara dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Megapolitan
Waspada! Sejumlah Wilayah J...

Andrea Bocelli Gelar Konser di Candi Borobudur

45 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Andrea Bocelli Gelar Konser...
Advertisement
Membanggakan! Tiwi/Fadia Juara Hylo Open 2026, Indonesia Bawa Pulang Satu Gelar dari Jerman

Membanggakan! Tiwi/Fadia Juara Hylo Open 2026, Indonesia Bawa Pulang Satu Gelar dari Jerman

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.