Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Karhutla Tak Kunjung Padam, MUI Ajak Gelar Shalat Istisqa Agar Hujan Turun

📅 Jumat, 04 Sep 2026, 12:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Karhutla Tak Kunjung Padam, MUI Ajak Gelar Shalat Istisqa Agar Hujan Turun Doc: ANTARA
Ket. Warga Jambi berdoa usai shalat istisqo di lapangan kantor Gubernur Jambi, Telanaipura, Rabu (2/9)

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak umat Islam di seluruh Indonesia menggelar Shalat Istisqa untuk memohon hujan turun dan meminta kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah provinsi segera berakhir.

"Kemarau dan kekeringan melanda kita, bahkan karhutla masih terus terjadi. Mari doakan mudah-mudahan segera turun hujan di Indonesia, di tempat-tempat kemarau dan kebakaran. Bahkan kami mengajak umat untuk Shalat Istisqa (minta hujan)," ujar Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Menurutnya, Shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar spiritual dan kepasrahan diri seorang hamba kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala (SWT) saat menghadapi musibah kekeringan yang berkepanjangan.

Selain usaha teknis dan fisik yang dilakukan oleh pemerintah serta petugas pemadam kebakaran di lapangan, kata dia, doa bersama dinilai menjadi dorongan moral dan spiritual yang sangat penting.

Fenomena kemarau panjang tahun ini telah memicu krisis air bersih di kawasan pemukiman warga serta memperluas titik panas (hotspot) di sejumlah kawasan hutan Indonesia. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat akibat paparan asap karhutla.

Kiai Cholil berharap pengurus masjid, lembaga keagamaan, serta masyarakat luas di wilayah yang terdampak dapat segera mengoordinasikan pelaksanaan Shalat Istisqa secara berjamaah.

Sebelumnya, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan tren titik panas karhutla Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali meningkat setelah sebelumnya menurun, membuat kedua provinsi itu menjadi prioritas utama penanganan.

"Setelah kemarin semua enam provinsi yang prioritas trennya turun, namun hari ini Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menunjukkan kembali hotspot yang meningkat. Artinya, prioritas utama sekarang ini secara nasional tetap Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah," kata Menhut Raja Antoni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Krisis Iklim Ancam Produktivitas Kerja

8 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Krisis Iklim Ancam Produkti...
Olahraga
Barcelona Cari Dua Sumber D...
Olahraga
FIFA Asean Cup, Bangladesh ...
Advertisement
Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.