Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Melemah, Investor Mulai Takut Ambil Risiko Domestik

📅 Rabu, 26 Agu 2026, 17:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Melemah, Investor Mulai Takut Ambil Risiko Domestik Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A
Ket. Ilustrasi-Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah karena investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap risiko domestik, terutama stabilitas keamanan dan fundamental ekonomi.

Sikap wait and see ini menunjukkan pasar masih membutuhkan kepastian sebelum kembali agresif, sehingga setiap gejolak domestik berpotensi memicu aksi jual dan memperbesar volatilitas IHSG.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/8) sore ditutup melemah 95,98 poin atau 1,48 persen ke posisi 6.405,69 seiring investor bersikap hati-hati terhadap risiko stabilitas keamanan di tingkat domestik.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 9,40 poin atau 1,46 persen ke posisi 632,55.

"Perhatian pasar tertuju pada stabilitas keamanan nasional serta faktor fundamental ekonomi makro. Pelaku pasar berharap aksi demonstrasi berjalan damai, sehingga stabilitas keamanan dalam negeri terjaga,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus (Nico) dalam kajiannya di Jakarta.

Dari dalam negeri, pelaku pasar fokus mencermati rencana aksi unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR RI pada Kamis (27/8) besok, dengan salah satu tuntutan yaitu pengesahan RUU Perampasan Aset.

Di sisi lain, pelaku pasar menyikapi penilaian dari Fitch Ratings, yang menyampaikan bahwa asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 6,0 persen pada 2027 dalam RAPBN 2027 lebih realistis.

Namun demikian, Fitch memberikan catatan ketidakpastian geopolitik, kenaikan harga minyak, dan kebijakan tidak disiplin fiskal berpotensi mempengaruhi target pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati agenda uji kelayakan dan kepatutan calon Gubernur Bank Indonesia (BI), dengan Destry Damayanti merupakan calon tunggal diusulkan oleh pemerintah.

“Pelaku pasar menanti pandangan nakhoda baru Gubernur BI terkait arah kebijakan moneter, pengendalian inflasi, stabilitas nilai tukar rupiah, serta strategi menjaga arus modal asing,” ujar Nico.

Dari mancanegara, bursa kawasan Asia menguat seiring tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan di Timur Tengah, sehingga meredakan kekhawatiran terhadap potensi kekurangan pasokan energi global.

Pakistan mengatakan bahwa mereka telah mencapai kemajuan signifikan dalam pembicaraan dengan Iran yang bertujuan untuk mengakhiri perang.

Pada saat sama, Menteri Luar Negeri Iran dan Oman menyebut bahwa mereka membahas rencana untuk koridor transit sementara melalui Selat Hormuz, bersama dengan proyek untuk membersihkan ranjau dari jalur air tersebut.

"Sehingga, penurunan harga minyak dan berkurangnya kekhawatiran atas gangguan di Selat Hormuz juga mengurangi tekanan terhadap inflasi," ujar Nico.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Kapal Induk Garibaldi Berganti Nama Jadi KRI Sriwijaya, Sebelumnya KRI Gajah Mada

Kapal Induk Garibaldi Berganti Nama Jadi KRI Sriwijaya, Sebelumnya KRI Gajah Mada

18 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.