IHSG Hari Ini Tancap Gas Usai Terkoreksi, Investor Mulai Borong Saham Murah
📅 Rabu, 12 Agu 2026, 17:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melesat setelah koreksi tajam mencerminkan munculnya aksi bargain hunting, ketika investor memanfaatkan penurunan harga untuk kembali mengakumulasi saham yang dinilai sudah murah.
Namun, rebound semacam ini belum otomatis menandakan pembalikan tren karena pasar masih dipengaruhi sentimen global, arus dana asing, dan kondisi fundamental.
Karena itu, keberlanjutan penguatan akan sangat bergantung pada apakah aksi beli tersebut diikuti peningkatan likuiditas dan kepercayaan investor secara konsisten.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (12/8) sore, ditutup menguat 105,97 poin atau 1,69 persen ke posisi 6.373,85 dipicu oleh aksi bargain hunting investor yang memanfaatkan koreksi indeks pada dua hari sebelumnya.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,05 poin atau 1,29 persen ke posisi 633,84.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Para pelaku pasar melakukan bargain hunting memanfaatkan koreksi tajam indeks pada hari sebelumnya,” ujar Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta saat dihubungi di Jakarta.
Dari dalam negeri, selain faktor bargain hunting, Nafan mengatakan pelaku pasar juga mengantisipasi potensi penyesuaian bobot saham Indonesia menjelang pengumuman resmi MSCI Inc. yang dijadwalkan pada Rabu (13/08) pukul 04.00 WIB.
Selain menantikan tinjauan indeks Agustus 2026, Nafan mengatakan juga terdapat ekspektasi pelaku pasar bahwa status pembekuan (freeze) beberapa emiten Indonesia akan dicabut oleh MSCI.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Bisa jadi terdapat ekspektasi positif terhadap pencabutan status pembekuan (freeze) beberapa emiten,” ujar Nafan.
Nafan menjelaskan bahwa penguatan IHSG pada hari ini ditopang oleh saham-saham konglomerasi yang juga tercatat sebagai top movers, serta menyumbang kenaikan IHSG paling substansial.
Kemudian, lanjutnya, kenaikan juga ditopang oleh saham-saham sektor komoditas dan teknologi.
Selain itu, Nafan memperkirakan pengajuan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) juga memberikan kepastian arah kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar Rupiah di mata investor institusi.
Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) periode Juli 2026, yang diproyeksikan melandai ke level 3,4 persen year on year (yoy), sehingga juga memperkuat ekspektasi bank sentral AS The Fed akan bersikap dovish.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!