Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antisipasi Lonjakan Harga, Jateng Perluas Lahan Cabai Rawit di Temanggung

📅 Jumat, 07 Agu 2026, 21:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Lonjakan Harga, Jateng Perluas Lahan Cabai Rawit di Temanggung Doc: ANTARA/ HO - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan
Ket. Kelompok tani di Desa Tleter di Kacamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, menanam cabai rawit di ladang.

TEMANGGUNG – Menjaga ketersediaan pasokan cabai merupakan langkah penting untuk mengendalikan gejolak harga pangan mengingat komoditas ini memiliki kontribusi besar terhadap inflasi pangan.

Upaya tersebut perlu didukung melalui peningkatan produksi, penguatan distribusi antardaerah, serta pengelolaan stok yang lebih baik agar pasokan tetap terjaga saat terjadi gangguan cuaca atau lonjakan permintaan.

Dengan rantai pasok yang lebih efisien dan koordinasi yang baik antara pemerintah, petani, dan pelaku usaha, stabilitas pasokan cabai dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan kepastian pendapatan bagi petani.

Dinas Pertanian dan Peternakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya menjaga ketersediaan pasokan cabai menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru), salah satu langkah yang dilakukan yakni program penanaman cabai rawit seluas total 35 hektare di Kabupaten Temanggung.

Kabid Hortikultura dan Perkebunan Dinas Katahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung Sumarno di Temanggung, Jumat (7/8), menyampaikan, khusus untuk cabai pada tahap awal telah ditanam seluas 20 hektare di wilayah Kecamatan Selopampang dan Kecamatan Kaloran.

"Program yang didanai melalui APBD Provinsi Jawa Tengah tersebut dilaksanakan dengan pendampingan kepada kelompok tani di Kabupaten Temanggung," katanya.

Ia menuturkan, pemilihan waktu tanam pada Juli hingga Agustus 2026 dilakukan secara sengaja agar masa panen berlangsung pada November, Desember hingga Januari. Periode tersebut merupakan saat kebutuhan cabai biasanya meningkat, sementara produksi di lapangan cenderung menurun sehingga berpotensi memicu kenaikan harga.

Ia menyampaikan, lokasi penanaman diprioritaskan di lahan sawah yang memiliki ketersediaan air dan didukung jaringan irigasi. Sebagian besar areal berada di Kecamatan Selopampang, sementara sisanya tersebar di Kecamatan Kaloran. Para pelaksana juga telah mempersiapkan kecukupan sumber air untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Menurut dia, program ini menargetkan total luasan mencapai 35 hektare. Setelah penanaman awal seluas 20 hektare, akan dilanjutkan penanaman tambahan sekitar 15 hektare pada tahap berikutnya.

Melalui program ini, katanya, kelompok tani tidak hanya memperoleh benih cabai, tetapi juga berbagai sarana produksi seperti mulsa plastik, pupuk, serta pelatihan budidaya. Fasilitas mulsa diharapkan masih dapat dimanfaatkan pada musim tanam berikutnya sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi petani.

Ia menuturkan, hasil panen cabai dari program ini nantinya diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pasar di Jawa Tengah. Setiap hasil panen akan dilaporkan, kemudian dipasarkan di dalam wilayah provinsi, baik melalui koordinator pelaksana maupun pedagang lokal di Temanggung.

"Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat pasokan cabai di Jawa Tengah sekaligus membantu menjaga stabilitas harga di pasaran," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

07 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.