Bappenas Bongkar Kunci Pembangunan: Sains, Teknologi, dan Matematika
📅 Rabu, 26 Agu 2026, 12:45 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Strategi pembangunan nasional menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi tidak sekadar mengejar angka, tetapi mampu memperkuat produktivitas, pemerataan, kualitas SDM, dan ketahanan ekonomi.
Tanpa strategi yang terarah dan konsisten, pembangunan berisiko berjalan sektoral, menciptakan kesenjangan, serta kurang efektif menjawab perubahan global.
Karena itu, kebijakan pembangunan perlu memiliki prioritas yang jelas, berbasis data, dan terukur agar setiap anggaran serta investasi benar-benar menghasilkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan basis utama pembangunan ke depan adalah matematika, teknologi, dan sains untuk meningkatkan nilai tambah.
“Penguatan kapasitas riset, sains, dan teknologi menjadi semakin penting dalam menghadapi kebutuhan pembangunan Indonesia ke depan,” ucapnya dalam agenda penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Pembentukan dan Pengembangan SDGs Entrepreneurial Center dengan Badan Riset Nasional (BRIN), dari keterangan resmi di Jakarta, Rabu (26/8).
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena itu, pihaknya ingin BRIN yang kuat dan berdaya jangkau untuk memastikan comparative advantage yang ada di Indonesia dapat diolah menjadi competitive advantage melalui pola-pola pikir yang lahir dari riset dan inovasi.
Dalam konteks tersebut, Rachmat Pambudy menilai kerja sama perlu diarahkan agar hasil penelitian tak berhenti pada keluaran administratif, tetapi benar-benar diterapkan dan bermanfaat bagi masyarakat. Kolaborasi antara peneliti, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dinilai penting untuk mendukung pengembangan inovasi.
Menteri PPN turut menyampaikan arahan untuk penguatan SDGs Entrepreneurial Center, yakni memastikan layanan riset, data, dan lisensi teknologi berstandar unggul; berfokus pada dampak nyata yang memberikan manfaat riil; serta memperkuat kreasi bersama lintas sektor dengan melibatkan akademisi, perusahaan swasta, donor, dan komunitas lokal.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Penandatanganan ini baru langkah awal. Kita berharap langkah ini diwujudkan dalam tindakan yang tepat, sehingga dalam bulan-bulan dan tahun-tahun mendatang, sejarah ini menjadi sejarah kebangkitan nilai tambah hasil karya bangsa Indonesia, sumber daya Indonesia, serta modal kapital dan modal manusia Indonesia,” ungkap Kepala Bappenas.
Kepala BRIN Arif Satria juga mengungkapkan bahwa kolaborasi Kementerian PPN/Bappenas dan BRIN merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem riset dan inovasi untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs).
“Inovasi dan teknologi perlu terus diimplementasikan agar dapat dimanfaatkan secara nyata untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan,” kata Arif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!