Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemkomdigi Ingatkan, RUU SDI Tak Akan Efektif Tanpa Data Desa Berkualitas

📅 Jumat, 10 Jul 2026, 19:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemkomdigi Ingatkan, RUU SDI Tak Akan Efektif Tanpa Data Desa Berkualitas Doc: ANTARA/Muhammad Iqbal.
Ket. Ilustrasi - Petugas BPS mencatat data kependudukan warga saat pelaksanaan Sensus Penduduk Lanjutan 2020 di Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (23/5/2022).

JAKARTA – Implementasi Satu Data Indonesia menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, transparan, dan berbasis bukti (evidence-based policy).

Integrasi data antarkementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dapat meningkatkan akurasi perumusan kebijakan, mempercepat pengambilan keputusan, serta meminimalkan tumpang tindih dan inkonsistensi data.

Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada standardisasi data, interoperabilitas sistem digital, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta perlindungan keamanan dan privasi data.

Dengan tata kelola yang semakin terintegrasi, Satu Data Indonesia berpotensi meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung percepatan transformasi digital nasional.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan keberhasilan implementasi Rancangan Undang-Undang Satu Data Indonesia (RUU SDI) bergantung pada kualitas data dari desa dan kelurahan sebagai titik awal pengumpulan data masyarakat.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan penguatan data desa harus dilakukan melalui sistem digital yang sederhana, aman, dan tidak menambah beban perangkat desa.

"Terkait kebutuhan sinergi pengaturan, Komdigi melihat bahwa RUU Satu Data Indonesia perlu memastikan sistem digital pemerintah siap terhubung, aman, terstandar, dan mudah digunakan," kata Nezar dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (10/7).

Hal itu disampaikan Nezar dalam Rapat Kerja bersama Badan Legislasi DPR RI mengenai pembahasan RUU Satu Data Indonesia di Ruang Rapat Baleg DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Ia menegaskan bahwa integrasi teknis antara platform digital desa dengan wali data daerah, kementerian, lembaga, serta ekosistem Satu Data Indonesia tidak dibebankan kepada pemerintah desa.

"Seluruh proses pertukaran data difasilitasi melalui Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) dan standar interoperabilitas nasional sehingga berlangsung secara aman, terstandar, tercatat, dan dapat diaudit," ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, perangkat desa cukup menggunakan satu platform yang mudah dioperasikan, sementara proses integrasi lintas instansi berlangsung di belakang layar.

Nezar memaparkan, arah penataan ulang yang didorong Kemkomdigi adalah mengubah pendekatan dari aplikasi sektoral yang terpisah-pisah menuju aplikasi pemerintah digital yang lebih terstandar, memiliki interoperabilitas, aman, berbagi pakai, dan berorientasi pada pengguna.

"Artinya, aplikasi tidak hanya dibangun agar berfungsi di satu instansi, tapi juga siap terhubung dengan sistem lain dalam ekosistem pemerintah digital," ungkapnya.

Nezar mendorong pemanfaatan Sistem Informasi Desa dan Kawasan New Generation (SIDEKA-NG) sebagai kanal digital desa untuk memperkuat implementasi Satu Data Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.