Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Klopp Ingin Rebut Kembali Kebanggaan Tim Nasional Jerman dari Kelompok Ekstrem

📅 Jumat, 18 Sep 2026, 08:27 WIB | Oleh:
Klopp Ingin Rebut Kembali Kebanggaan Tim Nasional Jerman dari Kelompok Ekstrem Doc: Istimewa
Ket. Jurgen Klopp.

BERLIN – Pelatih tim nasional Jerman, Juergen Klopp, menyerukan agar ekspresi kebanggaan terhadap negara tidak dibiarkan menjadi milik kelompok ekstrem. Pernyataan tersebut disampaikan Klopp di tengah meningkatnya perhatian terhadap Alternative für Deutschland (AfD) setelah partai tersebut meraih kemenangan dalam pemilihan negara bagian Saxony-Anhalt awal bulan ini.

Klopp menyampaikan pandangannya dalam konferensi pers ketika memperkenalkan skuad terpisah berisi 44 pemain untuk menghadapi rangkaian pertandingan UEFA Nations League.

Mantan pelatih Liverpool itu menegaskan bahwa masyarakat Jerman seharusnya dapat menunjukkan kecintaan terhadap negaranya tanpa otomatis dikaitkan dengan ekstremisme.

"Saya tidak ingin menyerahkan kebanggaan nasional kepada orang-orang yang salah," kata Klopp.

Klopp tidak menyebut AfD secara langsung. Namun, ia mengatakan ingin "merebut kembali bendera" Jerman sehingga simbol tersebut dapat digunakan tanpa menimbulkan anggapan bahwa seseorang memiliki pandangan ekstrem.

"Saya ingin ketika seseorang mengibarkannya, tidak ada yang berpikir: 'Ada apa dengan Anda?'" ujar Klopp.

"Sebaliknya, saya ingin orang memahami bahwa Anda bahagia dan menyadari betapa beruntungnya Anda dilahirkan, tumbuh, atau pindah ke negara yang luar biasa ini."

Pernyataan Klopp muncul setelah AfD meraih sekitar 44 persen suara dalam pemilihan Saxony-Anhalt pada 6 September. Partai tersebut memperoleh 39 dari 83 kursi parlemen negara bagian, tetapi belum mencapai mayoritas mutlak. Kemenangan itu membuka kemungkinan AfD membentuk pemerintahan negara bagian untuk pertama kalinya dalam sejarah Jerman pascaperang, meski pembentukan pemerintahan masih membutuhkan dukungan politik tambahan.

Klopp mengakui bahwa perkembangan politik tersebut menjadi salah satu hal yang membuatnya berpikir mengenai makna kebanggaan nasional.

"Ada begitu banyak hal luar biasa yang terjadi belakangan ini. Sebuah pemilihan berlangsung yang mungkin dianggap baik-baik saja oleh sebagian orang, sementara banyak lainnya berpikir, 'Ya Tuhan, apa yang sebenarnya terjadi?'" katanya.

AfD menyatakan akan memberikan tanggapan mengenai pernyataan Klopp pada hari Kamis (18/9).

Menteri Keuangan sekaligus Wakil Kanselir Jerman, Lars Klingbeil, mengatakan dirinya memiliki pandangan yang sejalan dengan Klopp mengenai penggunaan simbol nasional.

Menurut Klingbeil, bendera Jerman dengan warna hitam, merah, dan emas tidak semestinya dipahami sebagai simbol eksklusivitas ataupun kesombongan.

"Orang bisa bangga terhadap negara ini, terlepas dari apakah mereka lahir di sini, bermigrasi ke sini, atau keluarganya telah tinggal di sini selama beberapa generasi," kata Klingbeil kepada Reuters.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Rupiah Masih Rentan - 18 September 2026

1.5 jam yang lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 18 Se...
Advertisement
Menunggu Giant Sea Wall untuk Tawarkan Air Laut

Menunggu Giant Sea Wall untuk Tawarkan Air Laut

18 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.