Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketua Harian Dekranas: Perlindungan Anak di Era Digital Tak Cukup Hanya Andalkan Orang Tua

📅 Jumat, 10 Jul 2026, 17:25 WIB | Oleh:
Ketua Harian Dekranas: Perlindungan Anak di Era Digital Tak Cukup Hanya Andalkan Orang Tua Doc: Kemendagri
Ket. Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menegaskan perlindungan anak di era digital tidak dapat hanya dibebankan kepada orang tua. Keterlibatan keluarga, sekolah, pemerintah, penyedia platform digital, hingga masyarakat dinilai menjadi kunci untuk menciptakan ruang digital yang aman bagi anak.

JAKARTA - Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menegaskan perlindungan anak di era digital tidak dapat hanya dibebankan kepada orang tua. Keterlibatan keluarga, sekolah, pemerintah, penyedia platform digital, hingga masyarakat dinilai menjadi kunci untuk menciptakan ruang digital yang aman bagi anak.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Workshop Kreasi Kriya Keluarga Tunas bertema Merajut Kehangatan di Era Digital di Lobi Atrium Trans Studio Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (9/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dekranas yang mengangkat pentingnya penguatan peran keluarga di tengah perkembangan teknologi informasi.

"Kita mengharapkan banyak peran berbagai pihak, yaitu orang tua sebagai pendamping utama, sekolah-sekolah melalui pendidikan literasi digital, pemerintah dalam hal ini pembuat regulasi dan perlindungan hukum, serta penyedia platform digital untuk menyediakan fitur keamanan bagi anak," ujarnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membawa banyak manfaat bagi anak, mulai dari mendukung proses belajar, mengembangkan kreativitas dan keterampilan, hingga mempermudah akses informasi serta komunikasi. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan berbagai risiko seperti paparan konten yang tidak sesuai usia, perundungan siber, pelecehan daring, penipuan digital, hingga penyalahgunaan data pribadi.

Karena itu, perlindungan anak di ruang digital harus dilakukan secara bersama-sama melalui penguatan peran seluruh pemangku kepentingan. Selain membangun ekosistem perlindungan digital, kualitas interaksi dalam keluarga juga perlu terus dijaga agar penggunaan gawai tidak mengurangi kedekatan antara orang tua dan anak.

"Artinya harusnya kita mendekatkan diri, yang dekat jangan dijauhkan, dan yang jauh memang harus didekatkan, tapi bukan berarti yang dekat kita jauhkan," ujarnya.

Pendampingan orang tua, lanjutnya, tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk kebiasaan digital yang sehat bagi anak. Orang tua didorong untuk memberikan edukasi literasi digital, memanfaatkan fitur kontrol orang tua, membatasi waktu penggunaan gawai, serta mengajarkan etika dan keamanan saat beraktivitas di ruang digital.

"Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang ikut bekerja sama dalam kegiatan ini, dan juga masyarakat lainnya yang ingin mendapatkan wawasan bagaimana kita bersama-sama menggunakan teknologi informasi di era digital ini dengan bijaksana dan bertanggung jawab," tandasnya.

Workshop tersebut juga dihadiri Ketua Bidang Promosi dan Humas Dekranas Indri Angga Prabowo, Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas Sita Ferry Juliantono, Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Selatan Sri Astuti Thamrin, serta para pengurus Dekranasda lainnya. Melalui kegiatan tersebut, Dekranas berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan anak dan literasi digital terus meningkat di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
Jodar dan Casper Ruud Janji...

Kabut Asap Pekat Menyelimuti Singapura

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Luar Negeri
Kabut Asap Pekat Menyelimut...

Antrean Kendaraan Mengular di SPBU Sulawesi Utara

55 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antrean Kendaraan Mengular ...
Advertisement
Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.