Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Masih Rentan - 18 September 2026

📅 Jumat, 18 Sep 2026, 07:55 WIB | Oleh:
Rupiah Masih Rentan - 18 September 2026 Doc: istimewa

JAKARTA – Rupiah berpotensi kembali menghadapi te­kanan menjelang akhir pekan, seiring meningkatnya keti­dakpastian dari faktor eksternal.

Eskalasi geopolitik di Ti­mur Tengah dapat mendorong investor masuk ke aset safe haven dollar AS, sementara pernyataan hawkish The Fed memperkuat ekspektasi suku bunga AS bertahan tinggi.

Kombinasi kedua sentimen tersebut berpotensi mem­persempit ruang penguatan rupiah dan meningkatkan volatilitas pasar valuta asing.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi mem­proyeksikan kurs rupiah terjadap dollar AS dalam perda­gangan di pasar uang antarbank, Jumat (18/9), bergerak fluktuatif di kisaran 17.750–17.790 rupiah per dollar AS de­ngan kecenderungan melemah.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Kamis (17/9), bergerak melemah 57 poin atau 0,32 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.753 rupiah per dollar AS.

“Pelemahan rupiah dipe­ngaruhi keputusan Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR),” ujar Ibrahim di Jakarta.

Dia menambahkan Federal Open Market Commit­tee (FOMC) memutuskan secara bulat untuk menaikkan suku bunga acuan federal funds rate ke kisaran 3,75 per­sen hingga 4,0 persen pada hari Rabu (16/9).

Ini merupa­kan kenaikan suku bunga pertama bank sentral AS sejak Juli 2023.

Dalam konferensi pers, Gubernur The Fed Kevin Warsh menegaskan kekhawatirannya mengenai inflasi, dengan menyatakan bahwa terlalu banyak kategori produk dan layanan yang menunjukkan kenaikan harga tahunan di atas 3 persen dalam periode 6 dan 12 bulan.

Karena itu, Warsh mengisyaratkan kenaikan lebih lanjut pada suku bunga da­lam beberapa bulan mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Rupiah Masih Rentan - 18 September 2026

57 menit yang lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 18 Se...
Advertisement
Menunggu Giant Sea Wall untuk Tawarkan Air Laut

Menunggu Giant Sea Wall untuk Tawarkan Air Laut

18 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.