Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketidakpastian Membuat Dunia Usaha Sulit Lakukan Ekspansi

📅 Selasa, 30 Jun 2026, 00:09 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ketidakpastian Membuat Dunia Usaha Sulit Lakukan Ekspansi Doc: afp
Ket. YB Suhartoko Dosen Magister Ekonomi Terapan Universitas Katolik Atma Jaya - Pemerintah harus memberikan kemudahan dan keringanan pajak dan bea masuk, bahkan membantu pendanaannya melalui perbankan dengan bunga khusus.

JAKARTA - Imbauan Pemerintah ke dunia usaha untuk memanfaatkan kondisi saat ini dengan melakukan ekspansi dipandang kurang tepat. Sebab, ketidakpastian itu sendiri telah meningkatkan risiko perekonomian dan dunia usaha. 

Dosen Magister Ekonomi Terapan Universitas Katolik Atma Jaya, YB. Suhartoko, menilai ekspansi usaha tetap bisa dilakukan dunia usaha, namun tidak mudah di tengah ketidakpastian saat ini.

“Situasi ketidakpastian global juga berarti meningkatnya risiko ekonomi dan dunia usaha. Pada situasi demikian keinginan untuk ekspansi biasanya menurun, karena kemungkinan kegagalan bisnis menjadi lebih besar,” terang Suhartoko.

Meski demikian, Suhartoko melihat masih ada celah yang bisa dimanfaatkan sektor manufaktur. Salah satunya adalah penurunan harga barang modal seperti mesin dan peralatan produksi.

“Namun di tengah situasi pesimis, nampaknya masih ada peluang yang bisa dimanfaatkan industri manufaktur, yaitu menurunnya harga barang modal seperti mesin dan alat produksi lainnya,” katanya.

Sebaiknya Anda baca juga:

Intervensi Pemerintah

Lebih lanjut Suhartoko mengatakan proses pengambilan keputusan ekspansi menjadi dilema bagi pengusaha. Di satu sisi biaya produksi bisa ditekan lewat harga mesin yang lebih murah. Di sisi lain, penerimaan penjualan justru berpotensi turun karena daya beli dan permintaan global melemah.

“Di satu sisi biaya produksi bisa ditekan, namun penerimaan penjualan di tengah situasi ini menghadapi potensi penurunan,” jelasnya.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah tidak hanya mengimbau, tetapi juga ikut campur tangan agar pengusaha berani memanfaatkan momentum tersebut.

“Jika pemerintah mengharapkan para pengusaha memanfaatkan momentum ini, pemerintah harus ikut intervensi dalam pengadaan barang modal tersebut,” tegas Suhartoko.

Bentuk intervensi yang dimaksud, menurutnya, berupa kemudahan dan keringanan pajak serta bea masuk barang modal. Pemerintah juga diminta membantu skema pembiayaan melalui perbankan dengan suku bunga khusus.

“Pemerintah harus memberikan kemudahan dan keringanan pajak dan bea masuk, bahkan membantu pendanaannya melalui perbankan dengan bunga khusus,” pungkasnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak pelaku usaha dan investor memanfaatkan momentum ketidakpastian ekonomi global saat ini untuk melakukan ekspansi usaha.

Menurutnya kondisi ekonomi global yang masih bergejolak justru membuat harga barang modal (capital goods) menjadi lebih kompetitif, sehingga menjadi peluang bagi perusahaan untuk memperluas investasinya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
Advertisement
astra2
Advertisement
gaia musik festival

Dibayangi Tekanan, 11 Agustus 2026

8 menit yang lalu | Rizky

Ekonomi
Dibayangi Tekanan, 11 Agust...
Luar Negeri
Korban Terus Berjatuhan, Ge...
Olahraga
Ferran Torres Makin Dekat k...
Olahraga
Petenis Unggulan Makin Tera...
Advertisement
gaia musik festival
Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

10 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.