Dorong Keberlanjutan Sektor Bangunan, Schneider Electric Kampanyekan Teknologi Berbasis Data
📅 Selasa, 25 Agu 2026, 22:35 WIB | Oleh: Haryo BronoUntuk fasilitas kesehatan, Insulation Transformer (OT Panel) ditujukan bagi ruang kritis seperti ruang operasi, ICU, NICU, dan PICU. Sistem ini dirancang untuk mendukung keselamatan pasien dan kontinuitas pasokan listrik bagi peralatan medis kritis.
Selain itu, Altivar HVAC ATH600 membantu mengoptimalkan sistem HVAC dengan mengatur kecepatan motor sesuai kebutuhan beban secara real-time. Sementara Uninterruptible Power Supply (UPS) menyediakan pasokan listrik cadangan bagi sistem dan infrastruktur kritis untuk mengurangi risiko gangguan operasional.
SMC RS Telogorejo Jadi Contoh Implementasi
Facility Manager SMC RS Telogorejo, Rio Oktavianus, menjelaskan bahwa konsumsi listrik terbesar di rumah sakit berasal dari AC, yakni mencapai 40 hingga 50 persen dari total daya. Angka penggunaan ini terus meningkat sebelum rumah sakit mengadopsi solusi dari Schneider Electric.
Sebaiknya Anda baca juga:
Yang mengkhawatirkan, konsumsi listrik sebelumnya mengalami peningkatan hingga 9 persen per tahun. Jika terus dibiarkan, lonjakan biaya listrik tersebut berpotensi menjadi beban berat bagi operasional RS Telogorejo.
“Upaya kami untuk menghemat listrik dulunya hanya sebatas mematikan AC secara manual sesuai jamnya. Pagi menyala, sore dimatikan, begitu setiap harinya. Melihat lonjakan listrik yang mencapai 9 persen per tahun, akhirnya kami berdiskusi dengan Schneider Electric,” ujar Rio.
SMC RS Telogorejo kemudian mengimplementasikan Building Management System (BMS) untuk mengintegrasikan seluruh utilitas kritis—mulai dari HVAC, sistem kelistrikan, hingga UPS—ke dalam satu command center terpusat melalui platform EcoStruxure Building Operation dari Schneider Electric.
Sebaiknya Anda baca juga:
Langkah ini mengubah pengelolaan manual yang harus mengecek peralatan satu per satu menjadi pemantauan real-time dari satu titik, lengkap dengan peringatan otomatis serta pendekatan pemeliharaan yang proaktif. Karena sebelumnya telah menggunakan produk Schneider Electric, proses pembaruan (upgrade) teknologi dapat dilakukan secara bertahap dengan lebih mudah.
Hasil dari implementasi teknologi ini berdampak signifikan terhadap operasional rumah sakit. Pada tahun 2025, pengeluaran biaya listrik berhasil ditekan hingga 5 persen, sekaligus membalikkan tren kenaikan biaya yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Tidak hanya efisiensi biaya, waktu respons teknisi terhadap anomali sistem juga meningkat drastis. Berkat sistem notifikasi otomatis, respons terhadap gangguan menjadi 60 persen lebih cepat dibanding sebelumnya.
“Sebelumnya kami bersifat reaktif dan baru bergerak ketika terjadi kerusakan,” ungkap Rio.

Facility Manager SMC RS Telogorejo, Rio Oktavianus. SMC RS Telogorejo sukses memangkas biaya listrik hingga 5% dan mempercepat respons gangguan hingga 60% berkat solusi Building Management System dari Schneider Electric. ( Koran Jakarta - Haryo Brono)
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!