Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dorong Keberlanjutan Sektor Bangunan, Schneider Electric Kampanyekan Teknologi Berbasis Data

3 Selasa, 25 Agu 2026, 22:35 WIB | Oleh:

Yang mengkhawatirkan, konsumsi listrik sebelumnya mengalami peningkatan hingga 9 persen per tahun. Jika terus dibiarkan, lonjakan biaya listrik tersebut berpotensi menjadi beban berat bagi operasional RS Telogorejo.

“Upaya kami untuk menghemat listrik dulunya hanya sebatas mematikan AC secara manual sesuai jamnya. Pagi menyala, sore dimatikan, begitu setiap harinya. Melihat lonjakan listrik yang mencapai 9 persen per tahun, akhirnya kami berdiskusi dengan Schneider Electric,” ujar Rio.

SMC RS Telogorejo kemudian mengimplementasikan Building Management System (BMS) untuk mengintegrasikan seluruh utilitas kritis—mulai dari HVAC, sistem kelistrikan, hingga UPS—ke dalam satu command center terpusat melalui platform EcoStruxure Building Operation dari Schneider Electric.

Langkah ini mengubah pengelolaan manual yang harus mengecek peralatan satu per satu menjadi pemantauan real-time dari satu titik, lengkap dengan peringatan otomatis serta pendekatan pemeliharaan yang proaktif. Karena sebelumnya telah menggunakan produk Schneider Electric, proses pembaruan (upgrade) teknologi dapat dilakukan secara bertahap dengan lebih mudah.

Hasil dari implementasi teknologi ini berdampak signifikan terhadap operasional rumah sakit. Pada tahun 2025, pengeluaran biaya listrik berhasil ditekan hingga 5 persen, sekaligus membalikkan tren kenaikan biaya yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Tidak hanya efisiensi biaya, waktu respons teknisi terhadap anomali sistem juga meningkat drastis. Berkat sistem notifikasi otomatis, respons terhadap gangguan menjadi 60 persen lebih cepat dibanding sebelumnya.

“Sebelumnya kami bersifat reaktif dan baru bergerak ketika terjadi kerusakan,” ungkap Rio.

20260825222526_Foto-Rio-Oktavianus-RS-Telogorejo.jpg

Facility Manager SMC RS Telogorejo, Rio Oktavianus. SMC RS Telogorejo sukses memangkas biaya listrik hingga 5% dan mempercepat respons gangguan hingga 60% berkat solusi Building Management System dari Schneider Electric. ( Koran Jakarta - Haryo Brono)

Implementasi BMS juga membantu rumah sakit mencapai kepatuhan 100 persen terhadap standar suhu dan kelembapan di ruang operasi, yang merupakan faktor vital dalam menjaga kualitas layanan medis. Selain itu, visibilitas real-time memungkinkan potensi gangguan pada utilitas kritis terdeteksi lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah besar.

Ke depan, RS Telogorejo menargetkan tingkat efisiensi konsumsi listrik bulanan mencapai 10 hingga 15 persen melalui tata kelola energi yang lebih terukur.

Reza Syarif menambahkan, dengan semakin kuatnya tuntutan efisiensi energi dan regulasi bangunan cerdas, pemanfaatan data, otomasi, serta sistem pengelolaan terintegrasi menjadi kunci utama dalam transformasi sektor bangunan.

“Teknologi tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengurangi konsumsi energi, tetapi juga meningkatkan keandalan, keselamatan, kenyamanan, serta kemampuan bangunan beradaptasi terhadap berbagai tantangan,” tutup Reza.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
I League Cup, Hadapi PSMS M...
Nasional
Pantau Angkutan Natal-Tahun...
Daerah
Penuhi Kebutuhan Publik, Ko...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.