PLTS 100 GWp Hemat APBN Rp73 Triliun per Tahun dan Ciptakan 5,5 Juta Lapangan Kerja
📅 Selasa, 25 Agu 2026, 22:30 WIB | Oleh: Tim RedaksiJAKARTA– Pemerintah menargetkan pembangunan 100 GWp Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dalam 3 tahun. Program ini diproyeksikan menghemat APBN lebih dari Rp73 triliun per tahun, mengurangi impor diesel 6 juta kilo liter per tahun, dan menciptakan 5,52 juta lapangan kerja.
Target itu ditandai dengan peluncuran tahap awal 14 proyek PLTS di 6 provinsi dengan total kapasitas 5,3 GWp pada Selasa (25/8). Lokasinya tersebar dari PLTS Gilimanuk Bali 300 MWp, PLTS Terapung Gajah Mungkur Jateng 134 MWp, PLTS Desa Sembur Kepri 0,92 MWp, hingga PLTS Pulau Rengit Babel 0,078 MWp.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan program ini menjadi langkah strategis kemandirian energi karena Indonesia sudah memiliki industri panel surya dan baterai penyimpanan listrik/BESS di dalam negeri.
“Indonesia sudah memiliki industri panel surya dan industri baterai penyimpanan listrik/BESS di dalam negeri, sehingga melalui PLTS 100 GWp kita betul-betul akan berdiri di atas kaki kita sendiri,” ujar Bahlil.
Secara ekonomi, biaya listrik PLTS lebih rendah dari pembangkit diesel atau gas. Penghematan diesel diproyeksi mencapai 6 juta KL per tahun secara nasional, termasuk 500 ribu KL per tahun di Bali.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dampak lingkungan juga besar. Program ini mampu mengurangi emisi karbon 140,16 juta ton CO2 per tahun dengan nilai ekonomi karbon mencapai Rp6,31 triliun.
Dari sisi ketenagakerjaan, proyek ini berpotensi menyerap 5,52 juta tenaga kerja akumulatif. Rinciannya 3,5 juta di industri panel surya & BESS dan 2 juta di sektor konstruksi.
PLTS juga diarahkan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Di PLTS Desa Sembur, listrik surya digunakan untuk cold storage 5 ton dan mesin es 4 ton guna mendukung ekonomi nelayan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara di PLTS Pulau Rengit, jam nyala listrik naik dari 12 jam menjadi 24 jam per hari. Biaya Pokok Penyediaan (BPP) juga turun Rp4.400 per kWh atau 26% lebih rendah.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan target 100 GWp harus dikejar dengan kolaborasi kementerian, BUMN, dan swasta.
“Kita akan membangun 100 gigawatt dan kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam tiga tahun,” kata Presiden.
Dengan memanfaatkan potensi matahari sepanjang tahun, program ini tidak hanya menambah kapasitas listrik, tetapi juga menguatkan industri dalam negeri, memperluas akses energi di wilayah kepulauan, dan memberi manfaat ekonomi langsung ke masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!