Kawasan Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Pemkot Bandung jadi Kawasan Ekonomi Khusus, Wisata Kuliner dan Ekraf
📅 Selasa, 25 Agu 2026, 21:10 WIB | Oleh: OpikKOTA BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung membidik pengembangan kawasan Pasar Baru dan Pecinan Lama menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi, kuliner, dan wisata kota.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan memastikan konsep pengembangan kawasan Pasar Baru nantinya akan terhubung dengan kawasan Pecinan Lama sebagai salah satu daya tarik wisata kuliner dan ekonomi kreatif Kota Bandung.
"Semuanya dalam format kerja sama investasi antarswasta. Pemerintah hanya mengatur regulasinya," kata Farhan di Bandung, Selasa (25/8).
Menurut dia, Pemkot Bandung akan menjalankan fungsi penataan dan penertiban agar kawasan yang dikembangkan memiliki lingkungan yang nyaman, tertib, serta mendukung aktivitas ekonomi.
“Artinya kita kembali ke fungsi penataan dan penertiban. Investasi 100 persen swasta,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan pengembangan kawasan tersebut akan diikuti pembenahan sejumlah jalan kecil di sekitar lokasi pada 2027, antara lain Jalan ABC, Suniaraja, Alkateri, hingga kawasan belakang Pasar Dulatip.
Farhan menyebut pembenahan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat kawasan Pasar Baru dan Pecinan Lama.
“Itu akan memberikan alasan untuk kita di tahun 2027 semua jalan-jalan kecil ABC, Suniaraja, Alkateri itu jalannya akan dirapikan lagi semuanya,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, pembenahan infrastruktur jalan penting untuk mendukung konsep kawasan kuliner dan wisata. Penataan tersebut tidak hanya menyangkut pelaku usaha, tetapi juga kualitas lingkungan dan akses pengunjung.
Di sisi lain, Pemkot Bandung juga membuka peluang penyediaan transportasi khusus yang menghubungkan Bandara Internasional Husein Sastranegara dengan kawasan Pasar Baru dan sejumlah destinasi lainnya.
Farhan mengatakan saat ini kendaraan khusus tersebut belum tersedia. Namun, usulan penyediaan layanan shuttle telah disampaikan dan pemerintah masih menunggu proposal dari sejumlah pelaku angkutan swasta.
“Belum ada, tapi usulannya sudah ada. Saya masih menunggu usulan dari beberapa pelaku angkutan swasta untuk menyediakan shuttle antara bandara dengan beberapa titik yang lain,” kata Farhan. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!