Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengembangan Ekraf Berbasis Wellness Didorong Wamenekraf jadi Peluang Baru Pertumbuhan Ekonomi

📅 Selasa, 25 Agu 2026, 21:33 WIB | Oleh:
Pengembangan Ekraf Berbasis Wellness Didorong Wamenekraf jadi Peluang Baru Pertumbuhan Ekonomi Doc: ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf)/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Irene Umar berfoto bersama anak-anak pada Festival Merah Putih, di The Dharmawangsa, Jakarta, Minggu (23/8).

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf)/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Irene Umar mengatakan perkembangan gaya hidup masyarakat yang semakin memperhatikan kesehatan membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) untuk mengembangkan produk dan pengalaman berbasis wellness.

“Kalau kita lihat, salah satu peluang ekonomi kreatif adalah wellness. Ini sangat selaras dengan gaya hidup yang berkembang, bukan hanya untuk Indonesia, tetapi juga untuk negara-negara lain,” ujar Irene dalam keterangan yang diterima, di Jakarta, Selasa (25/8).

Irene melihat tren gaya hidup sehat atau wellness semakin besar, karena Indonesia memiliki kekayaan budaya dan produk lokal yang dapat dikemas menjadi bagian dari pengalaman yang bernilai ekonomi.

Menurut Irene, konsep wellness tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga mencakup keseimbangan jiwa, raga, gaya hidup, hingga ritual yang berkembang di masyarakat.

Ia menilai kekayaan lokal seperti jamu dan berbagai minuman tradisional Indonesia memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi bagian dari industri wellness. Pengembangan tersebut dapat menciptakan nilai tambah sekaligus memperluas pasar produk kreatif berbasis budaya.

“Gaya hidup kita terus berubah, dan perhatian terhadap kesehatan semakin meningkat. Kita bisa melihat bagaimana jamu dan berbagai minuman yang ada di sini menjadi bagian dari wellness,” katanya lagi.

Potensi ekonomi tersebut juga tercermin dalam Festival Merah Putih yang memadukan berbagai subsektor kreatif melalui tiga pilar, yakni “Raga”, “Rasa”, dan “Raya”. Rangkaian acara mencakup 5K Fun Walk, kuliner, apresiasi kopi dan teh, produk lokal, seni, budaya, hingga permainan tradisional.

Irene menilai model festival seperti ini dapat menjadi ruang pertemuan antara komunitas, pelaku usaha kreatif, generasi muda, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut penting untuk membangun ekosistem ekraf yang tidak hanya menghasilkan kegiatan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku lokal.

Managing Director Bimasena Adriel Simorangkir mengatakan Festival Merah Putih merupakan agenda tahunan yang tidak hanya menjadi perayaan kemerdekaan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif lokal.

“Festival ini kami buat bukan cuma sekadar untuk perayaan saja, tetapi juga sebagai upaya untuk mendorong ekosistem ekonomi kreatif lokal dan mengajak generasi muda semakin mencintai serta melestarikan budaya Nusantara,” ujar Adriel.

Festival tersebut juga menghadirkan bazar kuliner dan produk lokal, pertunjukan seni, live art painting, serta berbagai kegiatan yang melibatkan generasi muda dan komunitas.

Menurut Irene, pengembangan ekonomi kreatif berbasis wellness pada akhirnya dapat menjadi peluang untuk mengubah kekayaan budaya dan gaya hidup lokal menjadi produk serta pengalaman yang memiliki nilai tambah dan daya saing lebih luas. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.