Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Karawang Salurkan Puluhan Pompa untuk Petani Atasi Kekeringan

📅 Selasa, 25 Agu 2026, 21:45 WIB | Oleh:
Pemkab Karawang Salurkan Puluhan Pompa untuk Petani Atasi Kekeringan Doc: ANTARA/dok
Ket. Pompa air untuk membantu petani mengatasi kekeringan.

KARAWANG -- Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat menyalurkan puluhan pompa air bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) kepada para kelompok tani, sebagai upaya penanganan kekeringan yang mengancam areal persawahan pada musim kemarau ini.

"Bantuan pompa air dari Kementan ini disalurkan secara bertahap kepada puluhan kelompok tani," kata Kabid Prasarana Pertanian Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Karawang, Lilis Suryani di Karawang, Selasa.

Ia menyampaikan, bantuan pompa air itu disalurkan untuk membantu para petani di wilayah Karawang, agar tetap menanam di tengah musim kemarau.

Ia menyampaikan, pada tahap awal, sebanyak 63 unit pompa berukuran 3 inci telah didistribusikan ke 22 kecamatan.

Pompa yang didistribusikan itu merupakan pompa yang diperuntukkan bagi lahan pertanian dengan luasan sekitar 3-5 hektare.

Selain itu, ada pula 14 unit pompa berukuran 4 dan 6 inci yang juga telah didistribusikan ke sejumlah wilayah utara Karawang seperti wilayah sekitar Kecamatan Pakisjaya, Cilamaya Wetan dan Pedes.

Menurut dia, pada musim kemarau seperti saat ini pemerintah tidak hanya mendistribusikan bantuan pompa air. Penanganan kekeringan yang mengancam areal sawah juga dilakukan dengan memperbaiki jaringan irigasi tersier yang menjadi salah satu penunjang pengairan lahan pertanian.

"Seperti di wilayah Pakisjaya dan Cilamaya Wetan, kami telah menurunkan alat berat untuk normalisasi saluran irigasi tersier," katanya.

Sementara itu, ribuan hektare areal persawahan di berbagai daerah sekitar Karawang "menganggur" karena keterbatasan pasokan air untuk mengairi areal sawah pada musim kemarau tahun ini.

Ketua Serikat Tani Karawang, Deden Sofyan mengatakan bahwa musim kemarau benar-benar berdampak terhadap sektor pertanian. Banyak areal sawah menganggur (tidak ditanami), karena petani harus menunda tanam, sampai pasokan air benar-benar aman.

Sesuai dengan laporan dan pendataan yang dilakukan selama beberapa pekan terakhir, ribuan hektare areal persawahan yang menganggur di antaranya tersebar di wilayah utara seperti Kecamatan Pakisjaya, Batujaya, Rengasdengklok, Cibuaya dan beberapa kecamatan lainnya.

Selain itu, hamparan areal sawah yang sudah cukup lama menganggur juga terjadi di wilayah Kecamatan Tegalwaru, Pangkalan, Ciampel, dan sebagian wilayah Kecamatan Telukjambe Barat.

"Kalau dihitung, luas areal sawah yang menganggur pada musim kemarau tahun ini lebih dari 2 ribu hektare," katanya.

Disebutkan, kondisi menganggurnya areal persawahan pada musim kemarau terjadi karena pasokan air di saluran irigasi berkurang. Selain itu juga karena areal sawah yang hanya mengandalkan air hujan untuk menanam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Nasional
Menyoal Pentingnya UU Penge...
Advertisement
Kisah Si Doel Bukan Hanya soal Jakarta, Tapi Tentang Bagaimana Masyarakat Betawi Tetap Miliki Tempat

Kisah Si Doel Bukan Hanya soal Jakarta, Tapi Tentang Bagaimana Masyarakat Betawi Tetap Miliki Tempat

17 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.