Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Tertekan, Pasar Bersiap Hadapi Era Suku Bunga Tinggi The Fed

📅 Kamis, 23 Jul 2026, 17:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Tertekan, Pasar Bersiap Hadapi Era Suku Bunga Tinggi The Fed Doc: ANTARA/ Muhammad Adimaja.
Ket. Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan rupiah di tengah menguatnya ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi mencerminkan masih kuatnya tekanan eksternal terhadap pasar keuangan domestik.

Prospek imbal hasil aset dolar AS yang tetap menarik mendorong arus modal global cenderung bertahan di pasar Amerika, sehingga permintaan terhadap dolar meningkat dan memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi stabilitas nilai tukar, meski fundamental ekonomi Indonesia relatif terjaga, sehingga efektivitas bauran kebijakan moneter dan kemampuan menjaga kepercayaan investor akan menjadi faktor penting dalam meredam volatilitas rupiah ke depan.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (23/7) bergerak melemah 19 poin atau 0,11 persen menjadi Rp17.936 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.917 per dolar AS.

Research & Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Tiffani Safinia menyatakan pelemahan ini dipengaruhi kuatnya ekspektasi Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

“Pelemahan rupiah ke Rp17.936 per dolar AS terutama dipengaruhi sentimen global, yakni masih kuatnya dolar AS akibat ekspektasi Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama,” ungkap dia di Jakarta, Kamis (23/7).

ICDX melaporkan bahwa pasar saat ini masih memperkirakan setidaknya terdapat satu kali kenaikan suku bunga hingga akhir tahun, sementara bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pekan depan sembari mencermati perkembangan inflasi dan kondisi ekonomi.

Kondisi ini dinilai mendorong aliran dana global tetap mengarah ke aset berbasis dolar sehingga menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Melihat dari sisi domestik, lanjutnya, keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate di 5,75 persen menunjukkan fokus menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi.

“Namun, penguatan rupiah masih terbatas karena selisih suku bunga dengan AS belum cukup menarik arus modal asing, di tengah permintaan valas domestik yang masih tinggi,” kata Tiffani.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp17.919 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.909 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.