Kolaka Jadi Lumbung Padi Sultra, Pemkab Siapkan Lahan untuk RMU
📅 Selasa, 25 Agu 2026, 22:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Antara
JAKARTA– Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) muncul sebagai salah satu sentra lumbung padi baru dengan produksi 2025 mencapai 73.000 ton. Lonjakan 26.000 ton dari rata-rata 47.000 ton pada 2020-2024 ini mendorong pemerintah pusat membuka peluang pembangunan Rice Milling Unit (RMU) di daerah tersebut.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman menyebut peningkatan produksi Kolaka harus diimbangi penguatan kapasitas pengolahan agar gabah petani bisa diserap lebih dekat dengan sentra.
“Coba ya RMU Kolaka, yang RMU Kolaka coba nanti siapkan datanya,” ujar Amran, Senin (24/8).
Keunggulan Kolaka terletak pada potensi lahan sawahnya yang bisa ditanami dan dipanen berulang. Bupati Kolaka Amri Jamaluddin menjelaskan di sejumlah wilayah petani bahkan mampu panen 5 sampai 6 kali dalam 2 tahun pada lahan yang sama.
“Dengan luasan pertanian kami khususnya di persawahan bahkan ada yang sampai 2 tahun sampai 5-6 kali panen,” tutur Amri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kenaikan produksi juga ditopang kebijakan harga gabah tingkat petani yang dijaga Rp6.500/kg oleh pemerintah.
“Caranya adalah kebijakan harga pangan di tingkat petani. Harga gabah, kita jaga Rp 6.500. Harga sudah selesai. HPP pemerintah yang membuat petani bahagia, itu Rp6.500 per kilo,” kata Amran.
Amri menyampaikan saat ini stok gabah di Bulog Kolaka sudah mencapai 20.000 ton. Namun kapasitas RMU yang ada di daerah belum mencukupi. Akibatnya sebagian gabah petani masih harus dikirim ke Sidrap, Sulawesi Selatan untuk digiling, lalu dibawa kembali ke Kolaka.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Hampir-hampir sekarang ini pemilik-pemilik unit RMU yang kemudian menjadi pembeli di Kabupaten Kolaka. Dan pada akhirnya, rantai pasokan pertanian khusus gabah ini, ini panjang, Pak Menteri. Karena harus ke, mohon maaf, harus ke selatan dulu, Pak Menteri, ke Sidrap, kemudian kembali ke Kabupaten Kolaka,” jelas Amri.
Untuk memangkas rantai pasok, Pemkab Kolaka telah menyiapkan lahan dan dokumen kepemilikan untuk usulan pembangunan RMU dan telah berkoordinasi dengan Perum Bulog.
“Kami mohon dukungan, support terkait dengan permohonan bantuan Rice Milling Unit, RMU ini di Kabupaten Kolaka. RMU ini, Pak Menteri, kami sudah siapkan tanah, sertifikat sudah kami bawa ini,” terang Amri.
Bapanas menegaskan penguatan fasilitas penggilingan di sentra produksi sejalan dengan strategi nasional meningkatkan kapasitas pengolahan beras. Hingga 29 Juli 2026, penyerapan gabah petani nasional telah mencapai 3,5 juta ton dengan stok beras 5,4 juta ton.
Dengan adanya RMU, gabah Kolaka dapat langsung diproses di daerah, menekan biaya logistik, dan menjaga mutu beras agar lebih kompetitif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!