Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPRD DKI Minta Pemprov Percepat Penertiban Bangunan Liar di Bantaran Sungai

📅 Kamis, 09 Jul 2026, 18:35 WIB | Oleh:
DPRD DKI Minta Pemprov Percepat Penertiban Bangunan Liar di Bantaran Sungai Doc: DPRD DKI Jakarta
Ket. Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta M. Fu'adi Luthfi meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempercepat penertiban bangunan liar yang masih berdiri di sepanjang bantaran sungai. Langkah tersebut dinilai penting agar upaya pengendalian banjir di Ibu Kota tidak terhambat oleh keberadaan bangunan yang mengganggu fungsi sungai.

JAKARTA - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta M. Fu'adi Luthfi meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempercepat penertiban bangunan liar yang masih berdiri di sepanjang bantaran sungai. Langkah tersebut dinilai penting agar upaya pengendalian banjir di Ibu Kota tidak terhambat oleh keberadaan bangunan yang mengganggu fungsi sungai.

Permintaan tersebut disampaikan Fu'adi saat mengikuti rapat pembahasan Perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 yang berlangsung pada Rabu (8/7). Menurutnya, penanganan banjir di Jakarta tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur seperti waduk, embung, maupun normalisasi sungai, tetapi juga harus dibarengi dengan penataan kawasan di sepanjang aliran sungai.

Ia menjelaskan, hingga saat ini masih banyak bangunan liar yang berdiri di bantaran sungai, terutama di kawasan yang selama ini menjadi langganan banjir. Beberapa wilayah seperti Cipinang dan Bidara Cina disebut masih menghadapi persoalan serupa sehingga membutuhkan penanganan yang lebih cepat dan menyeluruh.

“Bangunan liar di bantaran sungai harus segera ditertibkan,” ujar Fu'adi.

Berdasarkan laporan yang diterimanya dari lapangan, keberadaan bangunan liar masih cukup banyak ditemukan di bibir sungai, khususnya di kawasan Cipinang. Kondisi tersebut dinilai menghambat fungsi alami sungai dalam mengalirkan air sehingga berpotensi memperbesar risiko banjir ketika intensitas hujan meningkat.

Meski demikian, Fu'adi menekankan bahwa proses penertiban harus dilakukan secara manusiawi dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat yang terdampak. Pemerintah diminta tidak hanya melakukan pembongkaran, tetapi juga menyiapkan solusi yang layak bagi warga yang harus direlokasi agar mereka tetap memiliki tempat tinggal dan akses terhadap kebutuhan dasar.

“Penertiban perlu, tetapi solusi bagi warga juga harus disiapkan,” tegasnya.

Selain menyoroti persoalan bangunan liar, Fu'adi juga mengkritik lambannya tindak lanjut terhadap berbagai usulan hasil reses anggota DPRD yang diajukan kepada Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta. Menurutnya, sejumlah aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui anggota dewan hingga kini belum memperoleh respons maupun realisasi, meskipun jumlah usulan yang diajukan tidak terlalu banyak.

Ia berharap pemerintah daerah menetapkan skala prioritas yang lebih jelas dalam merealisasikan berbagai aspirasi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pengendalian banjir. Dengan perencanaan yang tepat, keterbatasan anggaran tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan warga yang bersifat mendesak.

Fu'adi juga mengingatkan pentingnya memperkuat koordinasi antarorganisasi perangkat daerah dalam menangani persoalan banjir. Menurutnya, kolaborasi yang baik menjadi kunci agar setiap program penanganan banjir dapat berjalan efektif tanpa terhambat oleh ego sektoral maupun perbedaan kewenangan antarinstansi.

“Jangan sampai ego sektoral menghambat penanganan banjir,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.