Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dorong Keberlanjutan Sektor Bangunan, Schneider Electric Kampanyekan Teknologi Berbasis Data

3 Selasa, 25 Agu 2026, 22:35 WIB | Oleh:
Dorong Keberlanjutan Sektor Bangunan, Schneider Electric Kampanyekan Teknologi Berbasis Data Dorong Keberlanjutan Sektor Bangunan, Schneider Electric Kampanyekan Teknologi Berbasis Data Doc: Koran Jakarta - Haryo Brono
Ket. Reza Syarif saat memberikan pemaparan dalam konferensi pers kampanye “Teknologi Cerdas untuk Bangunan yang Efisien” di Jakarta baru-baru ini. Schneider Electric menghadirkan solusi Building Management System (BMS) untuk mendorong efisiensi energi, keandalan, dan keberlanjutan bangunan sesuai regulasi BGC.

JAKARTA – Industri bangunan menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan efisiensi operasional di tengah tuntutan penghematan energi dan keberlanjutan. Salah satu persoalan utama yang masih dihadapi adalah rendahnya pemanfaatan teknologi dan data dalam pengelolaan bangunan.

Data yang dihimpun industri konstruksi dan rekayasa (engineering) mencapai jumlah besar, tetapi sekitar 95,5 persen di antaranya belum dimanfaatkan menurut laporan Xpera Group (2017). Digitalisasi sektor bangunan juga masih tergolong rendah menurut data McKinsey (2015), sementara sekitar 40 persen inefisiensi operasional telah terbentuk sejak tahap desain menurut Interval Data Systems (2020).

Faktanya, bangunan berkontribusi hampir 40 persen terhadap emisi karbon global menurut Architecture 2030 (2020). Sekitar 30 persen energi di dalam gedung juga terbuang sia-sia. Kondisi tersebut semakin penting diperhatikan karena manusia menghabiskan hampir 90 persen waktunya di dalam ruangan.

Laporan Global Catastrophes dari Insurance Information Institute (2020) menyatakan bahwa tantangan sektor bangunan tidak hanya berkaitan dengan efisiensi energi. Aspek ketahanan terhadap bencana dan gangguan operasional, keberlanjutan, serta kenyamanan pengguna juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan bangunan modern.

Regulasi Dorong Bangunan Gedung Cerdas

Pengembangan bangunan cerdas di Indonesia mendapat dorongan kuat dari regulasi. Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2023 tentang Bangunan Gedung Cerdas mendefinisikan Bangunan Gedung Cerdas (BGC) sebagai Bangunan Gedung Hijau yang dilengkapi sistem manajemen gedung pintar yang terintegrasi dan otomatis.

Konsep dari regulasi tersebut mencakup otomasi, konektivitas, manajemen energi terpadu, keamanan siber, analitik data, pembelajaran mesin (machine learning), serta pemantauan secara berkelanjutan.

Elemen yang dikelola mencakup berbagai sistem bangunan, mulai dari kelistrikan, pencahayaan, HVAC (heating, ventilation, and air conditioning), air, limbah, sampah, transportasi gedung, parkir, hingga utilitas lainnya. Regulasi tersebut berlaku untuk bangunan baru maupun bangunan yang sudah ada dengan kategori tertentu.

Selain itu, Permen ESDM Nomor 8 Tahun 2025 tentang Manajemen Energi mewajibkan penerapan manajemen energi bagi sektor bangunan gedung dengan konsumsi energi minimal 500 setara ton minyak per tahun.

Di tingkat daerah, Pergub DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 juga mengatur efisiensi energi dan air pada bangunan. Kategori yang tercakup antara lain rumah susun, gedung perkantoran dan pemerintahan, perdagangan, pendidikan, serta rumah sakit dengan luas lebih dari 20.000 meter persegi dan hotel dengan luas lebih dari 50.000 meter persegi.

Schneider Electric Dorong Empat Pilar

Schneider Electric melalui kampanye “Teknologi Cerdas untuk Bangunan yang Efisien” mendorong pemanfaatan teknologi untuk membantu bangunan beroperasi lebih efisien, andal, dan berkelanjutan. Kampanye ini bertumpu pada empat pilar, yaitu hyper-efficient, resilient, sustainable, dan people-centric.

Pilar hyper-efficient berfokus pada optimalisasi kinerja sistem dan alur kerja. Sementara resilient diarahkan untuk memastikan bangunan tetap dapat beroperasi ketika terjadi gangguan serta mampu pulih dengan cepat.

Adapun pilar sustainable menekankan efisiensi penggunaan sumber daya, perpanjangan masa pakai aset, dan pengelolaan biaya. Pilar people-centric berfokus pada penciptaan lingkungan yang nyaman serta mendukung produktivitas pengguna bangunan.

Pengelolaan Bangunan Berbasis Data

Untuk mendukung konsep tersebut, Schneider Electric menyediakan sejumlah solusi digital dan perangkat keras untuk mengintegrasikan sistem bangunan. Solusi-solusi tersebut dirancang untuk membantu pengelola memantau, mengendalikan, dan mengoptimalkan berbagai sistem secara lebih terintegrasi dan berbasis data.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Mengkhawatirkan, PBB Soroti...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.